Surabaya (beritajatim.com) – Nurwahidi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa), mengatakan, industri hulu migas masih tetap terlaksana baik di tengah pandemi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.
“Kita tahu industri hulu migas industri penting dalam rangka mempertahankan ketahanan energi nasional dan dalam rangka bisa memberikan multiplier effect kepada masyarakat di sekitar daerah operasi,” kata Nurwahidi, dalam acara Media Gathering Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang digelar secara daring, Kamis (24/6/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”skk-migas”]
Di tengah kondisi sulit, kata Nurwahidi, pihaknya masih bisa memenuhi target produksi yang dicanangkan pemerintah. “Jangka panjang target produksi minyak satu juta barel per hari dan untuk gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030,” katanya.
Nurwahidi mengatakan, industri hulu migas sangat berpihak pada pengusaha lokal dan usaha mikro kecil menengah. Ia ingin agar keberpihakan ini terus disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan media massa. “Sehingga semua program kemasyarakatan yang sudah dicanangkan dapat dipahami dan dimengerti masyarakat,” katanya.
SKK Migas bersama Kementerian Investasi dan BPKM mengadakan workshop peningkatan daya saing usaha. “Dalam kesempatan itu industri hulu migas menyosialisasikan kegiatan dan memaparkan kesempatan apa saja yang dapat diikuti para pengusaha-pengusaha lokal. Respons pengusaha lokal Jawa Timur dan Jawa Tengah cukup positif,” kata Nurwahidi. [wir/suf]






