Jember (beritajatim.com) – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Jember, Jawa Timur, menyarankan kepada Bupati Hendy Siswanto agar benar-benar memimpin semua aspek penanganan pandemi.
“Wis wayahe bupati jadi panglima tertinggi penanganan Covid di Jember. Satu komando. Jember sedang tidak baik-baik saja dengan kenaikan jumlah warga yang terpapar,” kata Ketua Satgas Covid PCNU Jember Ayub Junaidi, Selasa (6/7/2021).
Ayub menilai, perlu ada penanganan ekstra keras dan semuanya diorkestrasi oleh bupati sehingga berjalan baik di lapangan. “Semua unsur bergerak bersama. Bupati jadi pemimpin di sana. Dengan komando yang sudah dipegang bupati ini, stakeholder disuruh apa. Kalau memang ada penanganan mulai dari bawah, gunakan mulai dari kader posyandu, puskesmas, semua digerakkan seperti pada masa awal pandemi,” katanya.
Satgas PCNU Jember mendesak kepada Bupati Hendy agar segera merealisasikan anggaran refocusing Rp 150 miliar, khususnya untuk masyarakat yang terdampak langsung PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat pada 3-20 Juli 2021.
“Agar PPKM ini tidak menambah kesengsaraan masyarakat. Jadi masyarakat bisa patuh karena mendapat ganti (biaya hidup), seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), bantuan sosial, monggo itu dilakukan,” kata Ayub.
Ayub melihat kepatuhan masyarakat Jember terhadap PPKM Darurat masih rendah. “Lihat di jalan-jalan masih tidak pakai masker. Kedisplinan tidak ada. Jember level tiga, yang semua kegiatan harus dibatasi,” katanya.
“Ini kalau tidak dibatasi, maka sekuat apapun tenaga kesehatan, sekuat apapun rumah sakit akan tumbang semua. Saya mengajak masyarakat agar menaati aturan demi keselamatan bersama,” kata Ayub.
Dana desa bisa digunakan untuk kegiatan isolasi mandiri. “Itu di-support langsung pemerintah kabupaten, jika ada yang kena bisa langsung dibantu baik untuk sembako dan sebagainya, agar (warga yang terkonfirmasi positif) tidak keliling ke mana-mana,” kata Ayub.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-jember”]
Anggaran refocusing hendaknya juga segera direalisasikan untuk insentif para tenaga kesehatan yang bertugas. “Tenaga kesehatan kalau disuruh perang kalau tidak dijamin ekonomi keluarga mereka kan repot?” kata Ayub.
“Genjot vaksinasi, khususnya di pesantren-pesantren. Saya lihat itu belum berjalan maksimal,” kata Ayub. Sementara seluruh anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Jember diperintahkan turun untuk membantu para warga yang menjalani isolasi mandiri agar tidak kekurangan bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari. [wir/but]






