Banyuwangi (beritajatim.com) – Baru-baru ini, Banyuwangi resmi meluncurkan masterplan sistem pengelolaan sampah terintegrasi. Durasi masa kerjasama antar berbagai pihak itu bakal ditempuh dalam kurun waktu 20 tahun.
Kerjasama itu melibatkan di antaranya, Pemkab Banyuwangi, Avfall Norge (asosiasi persampahan Norwegia) dan Indonesian Solid Waste Association (InSWA). Kesepakatan mereka tertuang dalam Dokumen Rencana Induk Persampahan (DRIP).
Selain itu, Banyuwangi juga telah menyiapkan rencana aksi dan paket kebijakan yang lengkap dengan kebutuhan pendanaannya untuk seluruh stakeholder.
“Rencananya, selama 23 tahun ke depan yang dapat menjadi panduan dalam implementasi sistem pengelolaan sampah,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (7/2/2024).
Sedangkan, CEO Avfall, Norge Runar Bålsrud, mengatakan Masterplan pengelolaan sampah milik Banyuwangi, menjadi yang pertama di Indonesia. Bahkan, dia menyebut kemungkinan juga pertama di dunia tentang perencanaan sistematis dan strategis mengenai pengelolaan sampah tersebut.
“Saya mengapresiasi peran pemerintah Banyuwangi dalam pengelolaan sampah. Semuanya berjalan dengan baik tanpa ego politik,” terang Runar.
Ia mengakui tidak mudah untuk mengurangi limbah dan melakukan pengelolaan sampah yang baik. Tapi, Banyuwangi sebagai bukti adanya kemauan maka pengelolaan sampah bisa berjalan. “Yang dilakukan oleh Banyuwangi adalah hal yang perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia,” tambahnya.
Sementara Chairman InSWA, Guntur Sitorus mengatakan Masterplan Banyuwangi menjadi acuan pengelolaan sampah hingga 20 tahun ke depan. Ia menekankan kata kunci pengelolaan sampah ada pada kolaborasi bersama seluruh lembaga Pemkab Banyuwangi.
“Implementasi pengelolaan sampah memerlukan peran kelembagaan. Banyuwangi bisa membuktikan masalah sampah bukan hanya masalah satu dinas, tetapi dikerjakan bersama oleh seluruh OPD untuk mewujudkan regulasi pengelolaan sampah ini,” tutup Guntur.
Saat ini Banyuwangi sendiri telah memiliki 19 tempat pengelolaan sampah reduce reuse recycle (TPS3R), melalui skema kemitraan pemerintah dan swasta (PPP). Salah satunya TP3SR di Balak yang juga berkolaborasi dengan Avfall Norge dan sudah beroperasi sejak September 2023. [rin/suf]






