Banyuwangi (beritajatim.com) – Setiap hari para petugas Bank Sampah di Banyuwangi keliling mengambil sampah dari rumah ke rumah. Menghampiri setiap nasabah menggunakan gerobak motor yang telah menyiapkan sampah.
Sampah-sampah yang diangkut telah melalui pemilahan. Meskipun, petugas juga masih perlu melakukan pendataan sampah yang datang.
Ada beberapa klasifikasi sampah yang harus dipisahkan atau dikelompokkan sesuai jenis sampahnya. Ada jenis botol plastik, aneka plastik, kertas, besi atau logam, maupun bahan terbuat dari kaca.
Semakin hari, Bank Sampah Banyuwangi makin sering berkeliling ke tempat warga. Hasil sampah yang didapat juga semakin bertambah.
Hal ini tak terlepas dari program Bagiak. Ya, melalui program bank sampah giat keliling atau Bagiak bank sampah ini makin banyak diminati para nasabah.
Diakui atau tidak, situasi pandemi justru nasabah bank sampah meningkat drastis. Dalam kurun waktu dua bulan, bank sampah ini awalnya hanya memiliki nasabah seribu, kini telah mencapai 1500 nasabah.
Keberadaan Bank Sampah seolah menjadi pilihan di tengah ekonomi yang tak menentu akibat Covid 19 serta penerapan PSBB dan PPKM membuat warga semakin sulit.
Bank Sampah hadir menjadi solusi mendulang tambahan rejeki untuk kebutuhan ekonomi selama pandemi.

“Keuntungannya banyak, kita punya usaha makanan setiap hari ada sampah. Dari pada tidak termaafkan kita gabung ke bank sampah. Memang saya dulu sempat menjadi kader, kemudian cari-cari bank sampah ternyata ketemu di sini,”
“Hasilnya lumayan, di tengah pandemi ekonomi yang serba sulit datang ke Bank Sampah bawa sampah bisa dapat duit,” kata Putri Mahadewi salah satu nasabah Bank Sampah Banyuwangi saat mengambil uang di gerai, Rabu (8/9/2021).
Untuk dapat menjadi nasabah baru caranya cukup mudah. Calon nasabah tinggal mendaftar melalui layanan call center atau datang ke kantor bank sampah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bank-sampah”]
syaratnya, nasabah harus mensortir ataupun memilah sampah terlebih dahulu sebelum diambil oleh bank sampah.
“Nasabah tak perlu datang menyetor sampah, tapi pihak bank akan datang langsung ke rumah,” ujarnya.
Semakin bertambahnya nasabah, memaksa bertambah pula nilai uang dari Bank Sampah ke nasabah. Bahkan putaran uang dari nasabah bank sampah dalam sebulan meningkat drastis hingga 150 persen.

“Dulu awal itu hanya Rp 10 juta, kini sudah sampai Rp 25 juta,” kata Kordinator Bank Sampah Banyuwangi, Agus Supriyadi.
Selain bernilai ekonomi, bank sampah juga membawa dampak lingkungan sekitar menjadi bersih dan rapi. Melalui bank sampah, warga juga turut menjadi salah satu penggerak menuju indonesia bebas sampah. (rin/ted)






