Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai melakukan langkah cepat penanganan banjir dengan memprioritaskan normalisasi saluran sepanjang 1,5 kilometer dari kawasan Kebaran hingga Samsat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan pekerjaan tersebut telah dimulai dengan menerjunkan alat berat ke lokasi, termasuk ekskavator untuk pengerukan saluran.
“Hari ini sudah mulai action. Saluran sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer kita normalisasi, termasuk pengerukan dan pelebaran,” ujarnya.
Normalisasi dilakukan dengan mengeruk sedimentasi yang menghambat aliran air sekaligus memperlebar dimensi saluran. Material hasil pengerukan dimanfaatkan sebagai tanggul di sisi kanan dan kiri, sementara struktur tebing akan diperkuat menggunakan bronjong guna mencegah longsor.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab juga melibatkan masyarakat, terutama pemilik lahan di sekitar saluran. Hal ini karena sebagian area terdampak berada di lahan persawahan milik warga.
“Kami sudah sosialisasikan kepada warga karena sebagian lahan akan terdampak untuk pelebaran saluran,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, pemerintah daerah memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran sekitar Rp200 juta dialokasikan pada tahap awal, termasuk untuk pengadaan material bronjong.
Selain normalisasi saluran, penanganan darurat juga dilakukan pada sejumlah titik talut sungai yang jebol. Lokasi terdampak antara lain di kawasan Jalan dr. Soetomo dan belakang Asia Baru, yang berimbas pada pondasi rumah warga.
“Penanganan talut jebol juga masuk prioritas jangka pendek dengan skema BTT, termasuk pengamanan rumah warga yang terdampak,” jelas Muhtar.
Sementara itu, kerusakan infrastruktur jalan berupa aspal mengelupas di depan Pasar Baru dipastikan segera diperbaiki oleh kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan proyek.
“Pemborong siap memperbaiki, dan hari ini sudah mulai dilakukan penambalan kembali,” pungkasnya. [fiq/beq]






