Surabaya (beritajatim.com) – Keanekaragaman adat dan budaya Indonesia telah mengukir latar belakang yang kaya, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat keberagaman adat dan budaya terbesar kedua di dunia, hanya satu peringkat di bawah India.
Namun, seiring berlalunya waktu, budaya dan adat tersebut semakin terkikis oleh arus budaya modern yang meresap dari negara-negara asing. Oleh karena itu, sebagai salah satu generasi penerus dengan semangat nasionalisme yang tinggi, Nina Yanti bertekad untuk menjaga keberlangsungan budaya dan adat Indonesia.
Nina telah mengambil inisiatif dengan memberikan contoh nyata kepada generasi muda Indonesia untuk memupuk rasa cinta terhadap warisan budaya dan adat bangsa.
Tidak hanya mengenakan busana batik dalam kehidupan sehari-harinya, pengacara yang sekarang juga mencoba dunia politik ini juga mendorong penggunaan pakaian adat dalam berbagai kesempatan. Ini tampak saat ia merayakan ulang tahunnya yang ke-48 pada bulan Agustus ini.
Dalam perayaan ulang tahunnya, Nina mengharuskan semua tamu undangan untuk mengenakan pakaian tradisional khas Indonesia.
Mengapa memakai pakaian adat daerah Indonesia? Nina menjelaskan bahwa ia sering mendengar dan mendapat cerita dari teman-temannya bahwa banyak kaum muda di Indonesia saat ini bahkan tidak tahu tentang pakaian adat dari berbagai daerah.
“Ini benar-benar menyedihkan menurut saya. Jika kita tidak mengambil tindakan, maka kecintaan terhadap pakaian adat suku-suku di Indonesia mungkin akan punah,” ungkap Nina.
Jika situasi ini dibiarkan dan dianggap biasa, Nina khawatir generasi penerus di seluruh Indonesia juga tidak akan mengenal pakaian adat dari daerah-daerah lain, padahal Indonesia memiliki keragaman pakaian adat dan budaya yang sangat berharga.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pengacara”]
Melalui perayaan ulang tahun ini, Nina dan teman-temannya yang memiliki kesadaran untuk mempertahankan budaya khususnya dalam hal pakaian adat, memberikan contoh bagi generasi muda saat ini.
Nina mengakui bahwa dari 100 undangan yang hadir di perayaan ulang tahunnya tahun ini, semuanya mengenakan pakaian adat daerah.
“Sebagai bentuk penghargaan kepada para tamu undangan dan teman-teman yang hadir dengan mengenakan pakaian adat daerah, saya memberikan hadiah kategori ‘best dress’ kepada mereka yang mengenakan pakaian adat terunik dan terbaik,” jelas Nina.
Selain itu, hidangan khas nusantara yang disajikan kepada tamu undangan pada hari ulang tahunnya juga memiliki makna khusus. Ini juga menjadi wujud nyata dari cinta Nina terhadap masakan tradisional Indonesia.
Nina berharap bahwa para tamu yang belum pernah mencicipi hidangan khas nusantara dapat menikmatinya dalam perayaan ulang tahun ini.
Lebih dari itu, Nina ingin menunjukkan kepada para tamu undangannya bahwa Indonesia memiliki beragam hidangan dan jajanan yang lezat dan tak terlupakan ketika disantap. [uci/ted]






