Surabaya (beritajatim.com) – Kepala UPT Asrama Haji Surabaya Sugianto mengatakan, tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19 Hotel Asrama Haji (HAH) bakal dinonaktifkan. Hal itu dilakukan untuk mengembalikan fungsinya sebagai tempat menampung jemaah haji sebelum berangkat ke tanah suci.
Dia menyebut, terkait hal itu telah diumumkan sejak dua pekan lalu. Kondisinya sendiri sudah tidak ada pasien. “Dinonaktifkan jelang ibadah haji,” kata Sugianto saat dihubungi, Minggu (10/4/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19-surabaya”]
Selama digunakan, terdapat dua gedung yang difungsikan sebagai tempat karantina pasien Covid-19, yakni di Zam-zam dan Shofa. Total, daya tampung di dua gedung itu mencapai 600 orang. Dia mengatakan sterilisasi gedung tetap dilakukan, sebelum diserahterimakan lagi dari pemkot ke pihak UPT Asrama Haji.
Sementara itu, dirinya menyebut bahwa Pemkot Surabaya selaku pihak penyewa sudah melakukan perbaikan pada bagian-bagian gedung yang rusak. “Mulai kerusakan kecil, maupun barang-barang yang hilang di kamar menjadi tanggungjawab pemkot,” kata Sugianto.
Perbaikan, kata dia, diantaranya kerusakan kasur, kulkas dan AC (air conditioner). Semua itu sudah dilakukan penggantian. Sugianto mengucapkan terima kasih atas langkah pertanggungjawaban dari Pemkot Surabaya. “Kami mengucapkan terima kasih atas sikap dan komitmen memperbaiki sarana rusak,” katanya. [asg/suf]






