Lamongan (beritajatim.com) – Seorang anggota Urusan Kesehatan (Urkes) Kepolisian Resor (Polres) Lamongan, Aipda Erwin Arsyad, menginisiasi pembangunan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Rosyidul Akbar. Lokasi beralamat di Griya Permata Nusantara, Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.
Bripka Erwin Arsyad mengungkapkan, upayanya dalam merintis dan mengajar di TPQ tersebut didasari atas niat yang tulus di jalan Allah untuk mencerdaskan anak usia dini dalam ilmu mengaji dan agama. Hingga kini, telah ada ratusan anak yang menimba ilmu di TPQ setempat.
“Saya harus bisa mendirikan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Saya yakin tidak ada yang sia-sia berjuang di jalan Allah,” ujar polisi yang menjadi petugas garda terdepan dalam upaya penanggulangan Covid-19 serta vaksinator masyarakat, khususnya di wilayah hukum Lamongan, Kamis (28/10/2021).
Kemauan kerasnya untuk memajukan generasi Islam penerus bangsa ini, Erwin Arsyad mengaku, sebenarnya sudah tampak menggelora sejak dirinya mengawali tugas dinas pertamanya di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Waktu itu, pria yang akrab disapa Arsyad ini menilai, bahwa masih minimnya kecenderungan belajar mengaji sekaligus fasilitas untuk belajar Al-Quran di sana. Sehingga, dirinya yang waktu itu masih berpangkat Brigadir berkeinginan untuk mendirikan perkumpulan bagi pemuda Islam untuk ikut aktif dalam kegiatan belajar mengajar Al-Quran.
Lalu, setelah berjalan selama kurang lebih 5 tahun, Arsyad dimutasi ke Polres Lamongan pada tahun 2010. Meski begitu, niatnya untuk terus melakukan syiar Islam tidak luntur. Hal itu terbukti saat dirinya merintis pertemuan pemuda di Desa Made, Kecamatan Lamongan.
Pria yang diketahui berasal dari Glagah Lamongan ini menambahkan, pihaknya bahkan juga menggandeng sesepuh desa setempat untuk membangun TPQ. Seiring berjalannya waktu, upayanya menemui jalan terang, ada yang mewakafkan tanah dan mendonasikan dalam bentuk uang dan material.
Sehingga dari uluran tangan dan bantuan dari sejumlah pihak tersebut, kini berdirilah gedung TPQ Rosyidul Akbar yang berukuran 5 x 12 meter. “Alhamdulillah, respon masyarakat yang mempercayakan anaknya untuk ngaji di TPQ ini sangat tinggi,” lanjutnya kepada beritajatim.com
Tercatat, hingga saat ini sudah ada ratusan santri yang belajar di TPQ Rosyidul Akbar dengan 5 (lima) orang pengajar, termasuk dirinya. Baginya, aktivitas mengajarnya itu tanpa mengganggu tugasnya sebagai seorang polisi yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
“Alhamdulillah, saat ini sudah mulai berkembang pesat, termasuk murid dari luar wilayah TPQ, karena kami menerima siapapun yang mau belajar di sini, dari manapun tidak hanya dari Made saja,” ucap Arsyad dengan bangga.
Terakhir, Arsyad mengharapkan, dengan memperkenalkan pendidikan agama pada anak-anak usia dini, maka pewaris bangsa ini akan menjadi pengganti yang bermoral dan berakhlakul karimah.
“Keberadaan TPQ yang saya rintis dari nol ini, diharapkan akan mampu menjadi bank pendidikan moral untuk anak-anak dan orang tua,” pungkasnya. [riq/but]







