Kediri (beritajatim.com) – Seorang pria kepergok menjadi maling kotak amal di Musala Al-Ikhlas Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Selasa malam (23/5/2023).
Sebelum kepergok warga, pelaku sempat ngumpet alias bersembunyi di kamar mandi Musala memasukkan uang kedalam tasnya.
Kapolsek Ngasem Iptu Dyan Purwandi mengatakan terduga pelaku maling uang kotak amal itu ialah AS (24) asal Kelurahan Pulau Tujuh Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin, Jambi.
BACA JUGA : Simpan Mayat Bayi di Jok Motor, Pasangan Remaja di Kediri Berurusan Polisi
“Terduga pelaku saat ini masih dimintai keterangan,”kata Iptu Dyan, pada Rabu (24/5/2023).
Tertangkapnya AS berawal dari kecurigaan Ambang Fitrianto (52) takmir Musala Al-Ikhlas warga setempat. Pada saat itu Ambang curiga melihat ada kendaraan mondar-mandir malam hari sebanyak dua kali dan berhenti di Musala.
“Saksi kemudian menuju ke Musala yang berada di belakang rumahnya. Saat itu saksi melihat kotak amal di Musala tidak ada,”terangnya.
Tak hanya itu, saksi juga mendapati sepasang sandal gunung di depan Musala. Merasa penasaran dan curiga saksi pun memberitahu Agung Purnomo warga setempat untuk mengecek ke Musala.
BACA JUGA : Pemkot Kediri Bagi ATM untuk 350 KPM BPNT dan PKH
“Pelaku pada saat itu berada di kamar mandi. Saat saksi masuk ke kamar mandi memergoki pelaku sedang memasukkan uang kotak amal ke dalam tasnya,”tutur Kapolsek.
Kapolsek menyampaikan, saksi berhasil memergoki adanya maling kotak amal akhirnya berteriak meminta tolong warga sekitar untuk mengamankan terduga pelaku.
“Kami mendapat laporan warga adanya maling kotak amal langsung menuju ke lokasi dan mengamankan terduga pelaku beserta barang buktinya,”ucap Iptu Dian.
BACA JUGA : Revitalisasi Alun-Alun, Pemkot Kediri Siapkan Dana Rp23 M
Barang bukti yang diamankan uang sebesar Rp 2.685.150, 1 kotak amal, 1 kunci gembok, 1 tas ransel warna hitam, 1 tang besar, 1 kunci pas segitiga ukuran 8, 10, 12, sepasang sandal gunung warna hitam, dan 1 ponsel.
“Dari pemeriksaan, terduga pelaku melakukan aksinya dengan menggunakan alat tang besar untuk membuka gembok kotak amal,”ungkap Iptu Dian. [nm/ted]






