Madiun (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus berinovasi dalam mengembangkan destinasi wisata edukatif. Kali ini, kawasan Ngrowo Bening Edu Park disiapkan menjadi wahana wisata satwa bertema Australia.
Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan wisata tersebut akan menampilkan beragam satwa khas Negeri Kanguru. Proyek ini ditargetkan selesai dan dapat dibuka untuk umum pada tahun 2026.
“Menjangan ada tiga pasang, ada juga bantuan dari Universitas Adi Buana Surabaya. Kelinci Australia sekitar 30 ekor, lalu ada kanguru, kambing Australia sekitar 30 ekor, dan merak tiga pasang,” ujar Maidi saat meninjau area Ngrowo Bening, Selasa (4/11/2025) pagi.
Selain satwa impor, Maidi menyebut sejumlah hewan hasil tangkapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) juga akan dipindahkan ke area tersebut.
“Banyak tangkapan dari damkar seperti ular besar, nyambik, dan hewan lainnya. Kandangnya sudah siap, tinggal dipindahkan ke sini,” tambahnya.
Maidi menjelaskan, kawasan Ngrowo Bening Edu Park akan dikonsep sebagai destinasi wisata keluarga terintegrasi, karena lokasinya berdekatan dengan area UMKM, kebun bunga, kebun melon, tempat pemancingan internasional, hingga wahana Heritage Express dan Go Car untuk mengantar wisatawan berkeliling.
“Semua yang ada di sini nanti bisa dinikmati wisatawan. Anak-anak bisa belajar dan berkeliling ke area UMKM, kebun bunga, sampai area satwa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Maidi memastikan pengelolaan tempat wisata ini akan menggunakan sistem tiket berbayar. Namun, hasil penjualan tiket sepenuhnya dialokasikan untuk biaya perawatan satwa.
“Nanti tiket masuknya sekitar Rp10 ribu. Hasilnya bukan untuk keuntungan, tapi untuk makan dan pemeliharaan hewan. Jadi masyarakat ikut andil dalam menjaga satwa,” jelasnya.
Dengan konsep edukatif dan keberagaman satwa yang dihadirkan, Maidi optimistis Ngrowo Bening Edu Park bakal menjadi ikon wisata baru Kota Madiun pada tahun 2026 mendatang. (rbr/ted)






