Surabaya (beritajatim.com) – Legislator muda PPP Surabaya, Agus Mashuri menggelar kegiatan “Ngopi Bareng: Ngobrol Inspirasi” bertajuk Ekspresikan Jancukanmu bersama pemuda Kecamatan Pakal. Acara yang berlangsung di posko pemenangan itu dikemas santai dengan suasana hangat dan penuh gelak tawa khas Suroboyoan.
“Adik-adik semua adalah penerus estafet perjuangan. Masa depan Surabaya, bahkan Indonesia, ada di pundak kalian. Jangan sampai di tengah jalan menyerah. Harus semangat, harus yakin,” ujar Agus ditulis, Senin (16/2/2026).
Diskusi menghadirkan seniman Arek Suroboyo, Gladi Galajapo, serta Ketua DPC PPP Surabaya, Muhaimin Iskandar. Obrolan mengalir ringan namun tetap membahas peran generasi muda dalam pembangunan dan pentingnya keterlibatan anak muda dalam ruang publik.
“Kota ini harus terus berlari dan bersaing dengan daerah lain. Jangan mudah putus asa. Jadilah generasi yang sukses dan membawa perubahan,” kata Agus.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini menyampaikan politik adalah ruang pengabdian yang perlu dipahami sejak dini oleh generasi muda. Menurut dia, keberanian menyampaikan gagasan dan aktif berdiskusi menjadi bekal penting menghadapi tantangan masa depan.
“Anak muda harus aktif bersosialisasi, berdiskusi, dan berani menyuarakan ide. Dengan begitu, cara pandang kita akan semakin luas,” ucapnya.
Sementara itu, Gladi Galajapo mengajak pemuda Pakal berpikir kritis melalui slogan unik yang dia sampaikan dalam forum tersebut. Dia memaknai Pakal sebagai “Pakek Akal”, ajakan agar generasi muda mengedepankan nalar sehat dalam mengambil keputusan.
“Anak muda harus berani bermimpi besar dan percaya diri. Masa depan ada di tangan kalian, jadi hadapi dengan semangat dan penuh perhitungan,” tuturnya.
Gladi juga memaknai istilah khas Suroboyoan “Jancuk” sebagai simbol solidaritas dan kedekatan emosional antarwarga. Dia menyebut nilai kebersamaan itu menjadi kekuatan sosial yang perlu dijaga.
“Semoga melalui forum ini lahir energi baru dari kalangan pemuda Pakal, generasi yang kritis, kreatif, dan siap melanjutkan tonggak pengabdian untuk Surabaya yang lebih maju,” pungkas Agus. [asg/ian]






