Bondowoso (beritajatim.com) – Tim pasangan calon (Paslon) KH. Abdul Hamid Wahid – KH. As’ad Yahya Syafi’i menyambangi kediaman Ketua DPC PPP Kabupaten Bondowoso, KH. Salwa Arifin, Minggu (20/10/2024).
Dalam kunjungannya, tim Paslon Ra Hamid – Ra As’ad (RAHMAD) juga ditemani Ketua DPC PDIP Kabupaten Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat.
Menariknya, PPP dan PDIP adalah partai politik pengusung Paslon Bambang Soekwanto – Mohammad Baqir (BAGUS).
Pertemuan tersebut memantik perbincangan publik. Terlebih, beredar foto pose satu jari. Diketahui, Paslon RAHMAD dalam Pilbup Bondowoso mendapatkan nomor urut 01.
Kiai Salwa menerima kunjungan dari tim paslon RAHMAD di lingkungan Ponpes Manbaul Ulum, Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari.
Di antaranya Ketua Tim Pemenangan Paslon RAHMAD, Ahmad Dhafir, mantan Bupati Bondowoso dua periode, Amin Said Husni dan kedua sosok Bacabup-Bacawabup itu sendiri: Ra Hamid – Ra As’ad.
Irwan Bachtiar Rahmat, ketua DPC PDIP Kabupaten Bondowoso juga turut hadir dalam pertemuan itu.
Sebelumnya, Irwan blak-blakan menyatakan dukungan pada Paslon RAHMAD, walaupun rekomendasi DPP PDIP jatuh pada Paslon BAGUS.
Ahmad Dhafir mengakui bahwa silaturahmi ke kediaman Kiai Salwa dalam rangka memperkuat barisan.
“Tentu saya selaku ketua tim pemenangan dari semua lini. Prinsip saya, jangan sampai ada ruang kosong yang tidak saya digarap,” kata Dhafir kepada BeritaJatim.com, Senin (21/10/2024).
“Terutama ke para tokoh-tokoh yang diajak bersama-sama. Karena punya tanggungjawab yang sama,” imbuhnya.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso ini menilai bahwa dirinya sebagai tim paslon RAHMAD tidak hanya sekedar mencalonkan dan berjuang memenangkan, tetapi juga punya tanggung jawab dalam proses menggapai tujuan itu.
Ia bahkan menilai bahwa Kiai Salwa dan Irwan Bachtiar Rahmat bukanlah rival dalam kontestasi politik tahun ini.
“Sebenarnya bukan rival. Perbedaan pendapat selama ini bukan berarti bermusuhan. Mencari solusi terbaik dari pendapat yang terbaik,” dalih ketua DPRD Kabupaten Bondowoso 5 periode ini.
Ia menghormati kepada para pengurus PPP dan PDIP yang rekomendasinya jatuh pada paslon BAGUS. Tapi ia meyakini pilihan individu akan berbeda.
“Makanya saya bercanda ke Kiai Salwa kemarin. Kalau pak Amin mengajukan cuti dari ketua PBNU, sebaiknya beliau minta cuti dari ketua PPP,” seloroh Dhafir. (awi/ian)






