Gresik (beritajatim.com) – Usai dilantik bersama 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah, Wakil Bupati (Wabup) Gresik, dr. Asluchul Alif, langsung berkantor dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di UPT SMPN 16 Kedamean yang mengalami kerusakan cukup parah.
Pria yang juga seorang dokter ini meninjau sejumlah kelas yang mengalami kerusakan, seperti plafon yang ambrol, tembok dan lantai yang retak, serta ruang bimbingan konseling yang tidak layak digunakan.
“Melihat kerusakan seperti ini, kami berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Pada 2025, perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan menjadi prioritas utama,” ujar dr. Alif, Jumat (21/2/2025).
Sebelum melakukan sidak, dirinya telah menerima informasi mengenai sekolah rusak dari Komisi IV DPRD, termasuk sejumlah sekolah lainnya. Data sekolah tersebut nantinya juga akan disinkronkan dengan Dinas Pendidikan (Dispendik).
“Kami akan berupaya menyelesaikan masalah ini secepat mungkin, baik melalui anggaran pusat, dana CSR, maupun sumber pendanaan lainnya,” ungkapnya.
Setelah sidak di sekolah, Alif melanjutkan inspeksi ke Desa Pranti, Kecamatan Menganti, untuk mengecek pelayanan air bersih bagi warga.
“Fasilitas air bersih menjadi salah satu target utama kami agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses air bersih dengan mudah. Ini penting untuk mewujudkan pola hidup sehat serta mendukung program pembangunan di Gresik,” paparnya.
Ia menambahkan, untuk merealisasikan visi misi pembangunan periode 2025-2030, dirinya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Dari data yang ada, sebanyak 385 warga di Desa Pranti membutuhkan akses air bersih, namun hingga saat ini baru 80 warga yang telah mendapatkan aliran air. Ini menjadi persoalan yang harus segera kami selesaikan supaya mereka bisa menikmati air bersih,” imbuhnya. (dny/but)






