Surabaya (beritajatim.com) Laksono Budi (38) warga Jalan Lidah Wetan, Lakarsantri, menjadi samsak hidup warga Dinoyo, Sabtu (9/8/2025) kemarin. Ia dihajar oleh warga usai gagal melakukan perampasan sepeda motor dengan modus mengaku sebagai anggota polisi.
Kapolsek Tegalsari Kompol Riski Santoso mengatakan, korban merupakan mahasiswa asal Yogyakarta yang sedang menempuh studi di Surabaya berinisial ANH. Mulanya, AN hendak berkunjung ke rumah rekannya di Jalan Dinoyo. Ketika hendak sampai di lokasi, Laksono Budi memberhentikan korban tepat di sekitar kantor pegadaian Jalan Dinoyo.
“Tersangka mengaku sebagai aparat kepolisian dan menuduh korban membawa narkoba,” kata Riski, Rabu (13/8/2025).
Setelah menggertak korban dengan tuduhan palsu, Laksono lantas meminta identitas korban. Ia lalu mengancam korban dengan senjata tajam. Merasa takut, korban lalu lari.
“Sepeda motor sudah dikuasai oleh pelaku. Oleh pelaku dibawa ke arah kantor Pegadaian,” tutur Riski.
Korban sempat meminta tolong kepada teman-temannya dan warga sekitar. Beruntung, pelaku dapat ditangkap oleh warga tidak jauh dari lokasi. Laksono pun harus menerima bogem mentah dari warga dan teman-teman korban.
“Saat digeledah ketahuan membawa senjata tajam. Hal itu yang membuat warga dan teman-teman meyakini pelaku bukan polisi,” imbuh Riski.
Sejumlah warga yang melihat Laksono dihajar massa lantas melapor ke Polsek Tegalsari. Beruntung, anggota Polsek Tegalsari datang dengan sigap dan mengamankan pelaku. Laksono pun menderita sejumlah luka di tubuhnya.
“Saat ini masih kami periksa lebih lanjut. Mohon bersabar,” pungkasnya. [ang/aje]






