Malang (beritajatim.com) – Ribuan nelayan Sendangbiru tak melaut imbas cuaca buruk beberapa bulan terakhir. Melihat itu, BPBD Kabupaten Malang tengah mengkaji peristiwa ribuan nelayan yang berhenti melaut.
BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) memandang, selama dua bulan akibat cuaca buruk di Pantai Sendangbiru itu, apakah masuk kategori bencana sosial atau tidak. Pengkajian itu perlu dilakukan sebelum mendistribusikan bantuan bagi ribuan nelayan.
“Apabila nanti memenuhi persyaratan sebagai bencana sosial, akan dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan tentunya,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Malang, M Nor Fuad Fauzi, Selasa (28/2/2023).
Kata Fuad, pihaknya sejauh ini juga tengah koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Malang. Termasuk melihat peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang nanti dijadikan salah satu dasar, serta melihat kondisi di masyarakat nelayan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”BPBD-Malang”]
Fuad menguraikan, setelah dilakukan sejumlah tahapan, maka menunggu ketetapan pimpinan, apakah berhentinya ribuan nelayan melakukan aktivitas laut selama dua bulan itu, masuk kategori bencana sosial atau tidak. Terlebih, kekurangan pangan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Sehingga memerlukan bantuan. “Kalau selama ini Belanja Tak Terduga (BTT) di BPBD Kabupaten Malang hanya untuk bencana alam yang sifatnya darurat,” tegas Fuad.
Sebelumnya, imbas cuaca ekstrem, ribuan nelayan di Pantai Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang memutuskan berhenti melaut sementara, sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, nelayan di pantai Sendangbiru hanya mengandalkan uang pinjaman untuk bertahan hidup. (yog/kun)






