Blitar (beritajatim.com) – Nasib malang dialami J (62) warga Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Lansia yang telah pikun itu meninggal dunia usai hanyut terbawa arus sungai.
Pria berusia 62 tahun itu diduga terpeleset ke dalam sungai belakang rumahnya saat hendak buang air besar. Karena usianya yang telah lanjut, korban akhirnya terseret arus sungai hingga meninggal dunia.
Jenazah J (62) akhirnya ditemukan di tepian sungai Jari Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.
“Saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan Korban ada luka di hidung, karena jatuh tertelungkup. Kemungkinan terbentur batu,” ucap Kapolsek Wlingi, AKP Eko P, Senin (05/02/24).
Menurut pihak keluarga, J(62) memang mengidap penyakit pikun. Sebelum hilang, pihak keluarga melihat pria berusia 62 tahun itu keluar rumah pada malam hari.
Pada waktu itu pihak keluarga menduga sang kakek hendak buang kecil dan segera kembali ke rumah. Namun keesokan harinya sang J(62) tidak ada di rumah. Melihat hal itu pihak keluarga langsung bergegas mencari sang kakek.
“Setelah besoknya dicari tidak ketemu, namun sekira jam 1 siang ditemukan oleh petani. Kemudian dilaporkan ke petugas desa, dan Polsek talun, kemudian dievakuasi. Setelah diidentifikasi ternyata warga wlingi,” paparnya.
Saat ditemukan pertama kali sang kakek sudah tidak bernyawa. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. Namun bagian hidung korban terluka diduga akibat terbentur batu sungai.
“Sudah diidentifikasi dan jenazah sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman,” tutupnya. (owi/ian)






