Pasuruan (beritajatim.com) – Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali bergerak dengan prosesi pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat eselon II di Auditorium Mpu Sindok. Agenda ini menjadi langkah strategis pimpinan daerah untuk melakukan penyegaran organisasi demi mempercepat realisasi program pembangunan di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Pelantikan yang berlangsung pada Rabu (1/4) ini dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan daerah serta tamu undangan dari berbagai instansi vertikal. Momentum ini menandai dimulainya babak baru bagi empat kepala dinas yang kini mengemban tanggung jawab di pos-pos pelayanan publik yang krusial.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menekankan bahwa pergeseran posisi ini merupakan kebutuhan organisasi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan secara menyeluruh. “Kegiatan pelantikan jabatan pimpinan tinggi pratama adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan,” ujarnya di hadapan para pejabat yang dilantik.
Beberapa nama yang resmi menduduki jabatan baru di antaranya adalah Fathurrahman sebagai Kepala BKPSDM dan Yuswianto yang kini memimpin Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Selain itu, Sarinah Rostief dipercaya menahkodai Dinas SDA, Bina Marga, dan Bina Konstruksi, sementara Firdaus Handara resmi menjabat sebagai Kepala Diskominfo.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa penentuan karier ASN di masa kepemimpinannya kini murni berdasarkan prestasi dan kemampuan individu melalui manajemen talenta. Pola lama yang mengandalkan senioritas atau kedekatan personal kini telah ditinggalkan sesuai dengan amanat undang-undang aparatur sipil negara yang terbaru.
Penerapan sistem merit ini diklaim telah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk diimplementasikan secara penuh di Pasuruan. “Siapa yang berprestasi dan punya kemampuan, itulah yang akan mendapat kesempatan,” tegas Mas Rusdi.
Para pejabat baru juga diingatkan untuk segera menguasai literasi digital dan keamanan siber guna menghadapi tantangan birokrasi di era modern yang serba cepat. Adaptasi teknologi dinilai menjadi kunci utama agar pelayanan kepada masyarakat tidak tertinggal oleh perkembangan zaman dan tuntutan publik yang semakin tinggi.
Menutup sambutannya, pimpinan daerah berpesan agar jabatan yang diemban tidak disalahgunakan dan benar-benar difokuskan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. “Jabatan bukan hak, melainkan amanah untuk melayani masyarakat; jalankan setiap tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan,” pungkasnya. (ada/kun)






