Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, memetakan titik lokasi potensi bencana alam di wilayah setempat, khususnya memasuki musim penghujan tahun ini.
Potensi bencana tersebut, hampir terjadi di seluruh kecamatan di Pamekasan. Mulai dari bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang, longsor hingga bencana banjir atau luapan air akibat intensitas hujan.
“Saat ini, kami sudah melakukan berbagai langkah antisipatif sekaligus pencegahan terhadap berbagai potensi bencana alam. Salah satunya dengan pembentukan Tim Satgas Penanggulangan Bencana Terpadu,” kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Senin (29/1/2024).
Pos terpadu tersebut dipusatkan di sisi selatan area Monumen Arek Lancor, serta melibatkan personel gabungan lintas instansi di wilayah setempat. “Personel gabungan ini kita terapkan dengan sistem shift. Mulai dari personel BPBD, PCC, Tagana hingga relawan yang tergabung dalam FPRB Pamekasan,” ungkapnya.
Dari itu pihaknya kembali mengingatkan seluruh masyarakat, agar selalu waspada terhadap beragam potensi bencana di daerah masing-masing. “Tentu kami kembali ingatkan masyarakat agar selalu mengantisipasi atau tetap waspada terhadap beragam jenis bencana,” imbaunya.
“Segera hubungi pihak terkait jika ada beberapa kejadian yang berpotensi terhadap bencana, baik di tingkat desa, kecamatan atau bisa juga melalui pos terpadu,” pungkasnya.
Berdasar data BPBD Pamekasan Tahun 2023, terdapat sebanyak 596 bencana alam terjadi di Pamekasan, terhitung sejak 1 Januari hingga 11 Desember 2023.
Jumlah tersebut meliputi sebanyak 6 bencana banjir, 39 tanah longsor, 27 cuaca ekstrem, 3 gempa bumi, 196 karhutla, 321 kekeringan, serta 4 gelombang ekstrem dan abrasi. [pin/beq]







