Sampang (beritajatim.com) – Puncak musim hujan diprediksi akan berkahir akhir Maret 2022. Warga diharapkan selalu waspada dan menerapkan 3 M, yakni Menguras Menutup dan Mengubur. Pasalnya kasus DBD di Kabupaten Sampang, telah tembus 69 kasus.
Pada pekan lalu, penderita BDB berjumlah 37 kasus, kemudian meningkat menjadi 42 kasus. Hal itu berdasarkan data dan laporan dari 22 Puskesmas kepada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, Samsul Hidayat melalui stafnya Ali menyampaikan bahwa penderita DBD meningkat saat musim penghujan. maka dari selalu waspada untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”demam-berdarah”]
“Sebelum jatuh korban Dinkes telah lakukan beberapa tindakan. Diantaranya, pemberantasan sarang nyamuk dengan cara pemberian abatesasi,” terangnya, Minggu (13/3/2022).
Ali menyampaikan, kesadaran masyarakat untuk menjaga ketahanan tubuh dengan cara hidup sehat sangat penting untuk antisipasi DBD.
“Misalnya, melakukan 3M plus, serta hindari kepadatan populasi nyamuk penular. Semisal, ditempat kumuh dan genangan air di sekitar pemukiman,” tandasnya. [sar/but]






