Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan pelajar di SD Muhammadiyah 18 Kota Surabaya menggelar doa bersama dan salat gaib atas Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (3/10/2022).
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 18, Baroroh Berlian Noviantika mengungkapkan, aksi kemanusiaan ini untuk memberikan pelajaran kepada para siswa, bahwa setiap orang, dimana pun ia berada harus tetap menjaga kerukunan serta saling menghargai satu sama lain. “Kita dimana pun tetap harus menjaga kerukunan, kemudian tetap menghargai dan berlapang dada menghadapi apapun,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, murid di SD Muhammadiyah 18 rata-rata bermimpi untuk menjadi seorang pemain sepak bola. Sebab itulah, ia berharap besar ke depan dunia sepak bola Indonesia bisa lebih baik lagi. Tentunya, juga ramah dan aman. “Harapannya ke depan sepak bola (Indonesia) lebih baik lagi, lebih ramah, lebih aman sehingga anak-anak bisa mencapai cita-citanya dengan aman juga,” harapnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Baroroh Berlian melanjutkan, terkait doa bersama dan salat gaib, pihaknya berharap para siswa SD Muhammadiyah 18, bisa memperoleh pelajaran soal solidaritas terhadap sesama. “Kita mendoakan yang sudah meninggal supaya mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan yang ditinggalkan agar mendapat kesabaran. Dan yang luka-luka juga bisa lekas sehat kembali,” tandasnya. [ipl/suf]






