Jombang (beritajatim.com) – MI (Madrasah Ibtiadiyah) dan RA (Raudhatul Athfal) Bustanul Mutaalimin Desa Mojokambang Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang menggelar Haflah Akhirussanah dan Wisuda Purna Siswa Tahun Pelajaran 2022/2023, Sabtu (17/6/2023).
Acara belangsung penuh khidmat. Penampilan murid MI tersebut mampu menyedot perhatian para undangan. Bahkan ada pidato perpisahan yang disampaikan dalam tiga bahasa. Yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Indonesia.
Mereka adalah tiga wisudawan terbaik di sekolah tersebut. Begitu namanya dipanggil, tiga anak didik itu langsung melangkahkan kakinya ke atas panggung. Mereka adalah Sabrina Natasya, Rangga Hilal Sahala Firdaus, serta Arzeti Safana Lisa Falet. Usia mereka masih belasan.
BACA JUGA:
Tujuh Malam dalam Dekapan Banjir
Adalah Sabrina yang pertama berpidato. Dia mengenakan toga. Tak ada raut grogi di wajah Sabrina. Dengan mikropon di tangan, dia menyampaikan pidato perpisahan secara cas cis cus berbahasa Inggris. Meski sesekali menyimak lembaran yang ada di tangan, namun Sabrina nampak fasih.
Pidato tersebut disampaikan kurang dari 10 menit. Lalu dilanjutkan pidato perpisahan oleh Rangga Hilal Sahala Firdaus. Isi pidatonya serupa. Namun Rangga menggunakan bahas Arab. Seragam toga membuat penampilan Rangga semakin gagah. Raut grogi juga tidak tergurat di wajahnya.
Setelah Rangga, giliran Arzeti Safana Lisa Falet, berpidato. Warga Dusun Braan Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo ini menyampaikan pidato dalam bahasa Indonesia. Tubuh Arzeti juga dibalut baju toga warna hitam. “Meski berpisah, kami tidak akan melupakan bapak dan ibu guru yang telah mendidik kami selama enam tahun,” ujarnya.

Tentu saja, pidato tiga murid berprestasi ini mendapat aplaus dari hadirin. Yakni, wali santri, dewan guru, komite sekolah, serta pengurus yayasan. Jumlahnya puluhan. Pidato selesai, tiga murid yang baru diwisuda tersebut turun dari panggung.
Acara Haflah Akhirussanah dan Wisuda Purna Siswa ini semakin meriah karena murid kelas 3, 4 dan kelas 5 juga tampil di atas panggung. Mereka menyuguhkan penampilan yang membuat hadirin terhibur. Di antaranya, gerak dan lagu, drama bertema ‘Stop Bulying’, kelompok rebana, serta penampilan dari ekstra kurukuler Pramuka.
Kepala MI Bustanul Mutaalimin Desa Mojokambang Arifin Yusuf memberikan apresiasi atas penampilan anak didiknya itu. Dia mengatakan, Haflah Akhirussanah dan Wisuda Purna Siswa tersebut pertama kali diadakan. Karena selama tiga tahun sebelumnya terpaksa ‘tiarap’ akibat pandemi Covid-19.
BACA JUGA:
Pria yang Viral Kecebur Banjir di Jombang Ternyata Seorang Guru
Nah, tahun pelajaran 2022/2023 ini digelar wisuda untuk RA dan MI dengan konsep pertemuan langsung atau tatap muka. Rinciannya, murid RA sebanyak 16 anak, sedangkan MI jumlahnya 14 wisudawan.
Pada kesempatan itu, Arifin juga membeber perkembangan sekolah yang ia pimpin. Mulai pembangunan fisik hingga bertambahnya berbagai sarana prasarana. Kedepan, pihaknya mencanangkan program digitalisasi.
“Kami akan membeli laptop dan komputer. Tujuannya, untuk menunjang proses belajar mengajar di MI ini. Sehingga lulusan MI Mojokambang tidak gagap dengan teknologi. Mereka dibekali ilmu agama, ilmu umum, dan teknologi,” ujar Arifin.

Kepada wali murid, Arifin mengucapkan terima kasih karena telah mempercayakan putra-putrinya menempuh pendidikan di MI Mojokambang. Kepercayaan tersebut dijawab dengan sederet prestasi. “Alhamdulillah murid MI Mojokambang banyak mendapatkan juara saat Porseni (Pekan Olahraga dan Seni),” ungkapnya.
“Alhamdulillah lulusan tahun ini sudah diterima di sejumlah sekolah. Mulai SMPN, MTsN (Madrasah Tsabawiyah Negeri), serta masuk di sejumlah pondok pesantren. Kami ucapkan selamat. Semoga mereka bisa menyerap ilmu dengan baik. Semoga semuanya berguna bagi nusa bangsa dan agama, dan tidak melupakan gurunya yang ada di MI,” lanjutnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Yayasan Daruttarbiyah Wata’lim, Yahya Ubaid. Yahya memberikan apresiasi kepada jajaran dewan guru yang bekerja tanpa kenal lelah dalam memajukan MI Bustanul Mutaalimin Desa Mojokambang.
BACA JUGA:
Bupati Jombang Tebar 70 Ribu Benih Ikan di Sungai Mojokambang
Yahya juga memberikan selamat kepada anak didik dari RA dan MI Mojokambang yang diwisuda. Menurutnya, madrasah sebagai ujung tombak pendidikan mempunyai peran yang penting, terutama dalam membentuk akidah dan akhlak siswa.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah dan seluruh jajaran dewan guru mendidik murid tanpa kenal lelah dan selalu berupaya memajukan sekolah ini,” pungkasnya. [suf/ted]






