Surabaya (beritajatim.com) – Mural dinding yang menghiasi dan menggambarkan identitas Kota Pahlawan di kawasan Jalan Gubeng Pojok, Surabaya, kini harus menanggung nasib tragis setelah dirusak oleh tangan yang tidak bertanggung jawab dan diubah menjadi media ‘vandalisme’ dengan dicoret-coret.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa karya seni itu sengaja dibuat sebagai salah satu fasilitas umum untuk menghibur masyarakat, sekaligus melambangkan filosofi Surabaya sebagai tempat bertemunya orang dari beragam suku, budaya, dan agama yang hidup guyub rukun.
“Filosofinya (dari mural itu) adalah menunjukkan Surabaya tempat yang beragam. Kota ini menjadi tempat bertemunya orang beragam suku budaya, agama, sehingga ini (sebagai simbol) untuk menyatukan masyarakat,” ungkap Eri, Selasa (5/11/2025).
Selain menunjukkan keberagaman, mural tersebut juga menampilkan beragam destinasi wisata dan aktivitas masyarakat, seperti Tugu Pahlawan, Tunjungan Romansa, serta gambaran suporter bola.
“Ada macem-macem itu, ada Tugu Surabaya, ada Tunjungan. Pokoknya seputar Surabaya (semua) dimuat,” kata Eri.
Menanggapi perusakan fasilitas umum yang didanai dengan uang negara ini, Wali Kota Eri telah memerintahkan jajarannya, untuk segera mencari pelaku dengan mengecek semua CCTV di sekitar lokasi.
“Saya bilang, perintahkan sama Satpol PP, sama Kominfo, cari (pelaku) sampai ketemu. Karena ini merusak fasilitas umum, (pembuatan mural) sudah ditanggung uang negara dengan soro-soro (jerih payah),” tegasnya.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya dan meminta agar kasus vandalisme tersebut diproses secara hukum dan dimasukkan ke dalam kategori pidana.
“CCTV proses sampai dapet, hukumannya jangan ringan-ringan sing abot tenan (harus yang berat),” tutup Wali Kota Eri. (rma/ian)






