Sampang (beritajatim.com) – Dua kali dalam sejarah seorang Bupati dan wakil Bupati yang sebelumnya menjadi satu paket dalam menjalankan pemerintahan, namum kemudian menjadi rival dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Sesuai catatan histori politik di tingkat Kabupaten Sampang, ada dua kali Pilkada yang diikuti oleh mantan Bupati dan wakil Bupati berbeda gerbong atau pecah kongsi, sebab masing-masing membangun koalisi partai politik yang berbeda untuk maju kembali di Pilkada.
Pertama pada Pilkada tahun 2008 lalu yang diikuti mantan Bupati Noer Thjaja dan alm KH. Fannan Hasib, padahal sebelumya, mereka adalah sepasang pemimpin dan memilih menjadi rival karena keduanya mencalonkan diri sebagai Bupati. Alhasil, dimenangkan oleh alm KH. Fanan Hasib.
Kedua Pilkada 2024 ini juga akan mengulang sejarah, sebab sepaket pasangan Bupati dan Wakil Bupati, H. Slamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat, memilih pecah kongsi karena sama sama maju sebagai peserta Pilkada, hanya saja posisi H. Abdullah Hidayat tetap pada calon wakil Bupati mendampingi calon Bupati KH. Muhammad bin Muafi Zaini (Ra Mamak). Sementara H. Slamet Junaidi mempunyai pasangan calon Wakil Bupati baru yakni KH. Mahfud.
“Ada dua kali Pilkada di Sampang ini diikuti oleh mantan Bupati dan mantan Wakil Bupati yang pecah kongsi, karena mantan Bupati dan mantan Wakil Bupati sama sama memilih pasangan baru untuk maju Pilkada,” ujar Akhmad Ripto mantan anggota komisioner KPU Sampang, Selasa (17/9/2024).
Pria yang akrab disapa Ripto ini juga menceritakan Pilkada 2012 lalu merupakan pertarungan politik yang menjadi sejarah seorang mantan wakil Bupati mengalahkan mantan Bupati.
“Pilkada 2012 menjadi sejarah perpolitikan kerena mantab Wabub mengalahkan mantan Bupati bahkan menang mutlak satu putaran, karena perolehan suara mencapai 31,04 persen dari lima paslon,” imbuhnya.
Meski bukan sebagai penyelengara Pemilu, Ripto tetap berharap pelaksanaan Pilkada 2024 nantinnya berjalan lancar dan kondusif bahkan tidak ada sengketa pasca pencoblosan.
“Sebagai warga, kami ingin Sampang kondusif terlebih bagi tim pemenangan harus mempersiapkan diri untuk siap kalah dan siap menang jangan sampai terulang lagi aksi demo hingga pernah kantor Panwas dilempari batu oleh massa,” harapnya.[sar/aje]






