Jombang (beritajatim.com) – Jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 2026, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, menegaskan bahwa dalam organisasi NU, pengabdian harus lebih diutamakan dibandingkan dengan pencalonan atau kontestasi politik.
Gus Salam, yang juga cucu dari KH Bisri Syansuri, mengungkapkan pandangannya mengenai dinamika organisasi keagamaan tersebut.
“Di NU itu perspektifnya adalah pengabdian. Karena itu saya lebih memilih menyebutnya sebagai ikhtiar mencari kepercayaan,” ujar Gus Salam saat memberikan keterangan di Denanyar, Selasa (14/4/2026).
Ia menyampaikan bahwa tidak merasa nyaman dengan istilah pencalonan, karena dalam tradisi NU, yang lebih diutamakan adalah kontribusi nyata dan komitmen terhadap organisasi.
Dalam beberapa waktu terakhir, Gus Salam aktif melakukan silaturahmi ke sejumlah pesantren dan tokoh ulama di berbagai wilayah, mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memohon doa dan restu sebagai bekal untuk menjalankan amanah organisasi di Muktamar NU mendatang.
Komunikasi yang intens dengan pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) NU juga menjadi bagian dari upaya Gus Salam untuk memperkuat struktur organisasi menjelang muktamar. Ia menargetkan untuk menjangkau sebagian besar pengurus hingga muktamar digelar.
Gus Salam juga menyoroti pentingnya kejelasan jadwal dan lokasi muktamar agar kegiatan organisasi dapat berjalan lancar.
“Di beberapa cabang yang masih berstatus karateker atau kepengurusannya sudah habis masa berlaku, hal ini bisa menghambat kinerja organisasi,” tambah Gus Salam, menegaskan bahwa stabilitas pengurus di tingkat daerah sangat penting untuk kelancaran organisasi secara keseluruhan.
Selain itu, Gus Salam mengungkapkan bahwa NU perlu melakukan rekonsiliasi internal untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan yang merugikan. Ia menyatakan bahwa perbedaan dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun harus dikelola dengan baik untuk tidak menimbulkan konflik yang bisa mengganggu kekuatan dan solidaritas NU.
“Yang paling prinsip adalah rekonsiliasi total. NU ini organisasi besar dengan kepercayaan umat yang tinggi, sehingga persatuan dan kebersamaan harus dijaga,” ujar Gus Salam dengan tegas. [suf]






