Jombang (beritajatim.com) – Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan, tetapi juga membawa tantangan tersendiri, terutama di jalur-jalur rawan macet. Bagi para pemudik yang melintasi Kabupaten Jombang, ada dua titik yang diprediksi menjadi langganan kemacetan: Exit Tol Tembelang dan Exit Tol Bandar.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengingatkan pemudik agar mewaspadai kepadatan lalu lintas di dua titik tersebut. “Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kedua lokasi ini sering mengalami penumpukan kendaraan,” ujarnya, Selasa (25/5/2025).
Exit Tol Tembelang menjadi titik rawan karena kendaraan yang keluar dari tol harus masuk ke jalur arteri. Persimpangan ini diperumit dengan adanya traffic light serta arus kendaraan dari Jembatan Ploso, sehingga menyebabkan antrean panjang, terutama pada puncak arus mudik.
Sementara itu, Exit Tol Bandar yang berada di dekat Masjid Moeldoko juga kerap mengalami kemacetan parah. Penyebabnya adalah penyempitan jalur di Jembatan Kayen atau bottle neck, serta keberadaan dua palang pintu perlintasan kereta api di Jl. Raya Dusun Plosorejo, Bandarkedungmulyo, dan Simpang Mengkreng, Purwoasri, Kediri.
Jarak dua palang pintu tersebut tidak sampai 1 kilometer. Simpang Mengkreng sendiri dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Jawa Timur karena menjadi pertemuan arus dari Jombang, Nganjuk, dan Kediri.
Langkah Antisipasi
Menghadapi potensi kemacetan ini, Polres Jombang telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan. Pos pengamanan (Pos Pam) didirikan di masing-masing titik rawan untuk membantu mengurai kepadatan arus. Selain itu, koordinasi dengan Polres Kediri dan Polres Nganjuk juga dilakukan guna memastikan arus mudik tetap lancar.
Bagi pemudik yang melintasi Jombang, disarankan untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, mencari jalur alternatif jika memungkinkan, serta selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas. Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik bisa lebih nyaman dan aman. [suf]






