Surabaya (beritajatim.com) – Prodi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (MP Unesa) mendatangkan pakar pendidikan dari Australia Prof Tony Loughland untuk memperkuat aspek pendidikan, riset dan publikasi.
Koordinator Prodi MP Unesa Syunu Trihantoyo mengatakan bahwa ini merupakan visiting professor perdana yang dilaksanakan prodinya. Ada sejumlah rangkaian kegiatan salah satunya teaching collaboration.
“Kegiatan ini fokus pada pelatihan dan coaching clinic riset dan publikasi. Ini penting untuk menciptakan multiple effect di masa yang akan datang, khususnya kerja sama di bidang manajemen pendidikan,” ujar Syunu, ditulis Rabu (25/10/2023).
Di kesempatan itu, Prof Tony menerangkan bahwa untuk meningkatkan peringkat universitas diperlukan publikasi yang baik dan efektif. Sebagai peneliti, kata dia, harus memiliki kemampuan atau metode menemukan topik penelitian dalam 1 menit dan meringkas kalimat dalam waktu 3 menit.
Menurutnya, dalam penelitian yang dipublikasi membutuhkan pembagian tugas sebanyak 40 persen pada beban kerja, 40 persen pengajaran, dan 20 persen riset. Ia menyarankan agar segera membuat publikasi. Jangan membuang waktu pada publikasi yang kurang kredibel.
BACA JUGA:
PKM FIP Unesa Latih Metode Multisensory Puluhan Guru di Davao Filipina
Publikasi, lanjutnya, tidak lepas dari sitasi yang kerap menjadi bagian dari penilaian oleh banyak lembaga pemeringkatan di dunia seperti QS Rankings, THE Rankings, dan lainnya yang sangat berharga bagi universitas, dan itu didasarkan pada publikasi yang bagus di jurnal Q1 yaitu 25 persen jurnal teratas.
Profesor dari University of New South Wales, Australia itu menambahkan bahwa untuk membuat suatu penelitian, dianjurkan memilih penelitian yang sejalan dengan minat pengajaran.
Kemudian, harus memilih jurnal yang tepat untuk menemukan topik populer yang dapat menjadi referensi. Para dosen juga harus aktif pada sesi diskusi bersama kolega dan juga pembimbing sehingga proses riset dan publikasi bisa menjadi lebih efisien.
BACA JUGA:
Marak Kasus Bunuh Diri, Unesa Siapkan Kesehatan Mental Mahasiswanya
“Riset itu memang tidak mudah. Namun, dosen harus mengerjakan riset seperti kebiasaan. Harus sering berlatih. Mulai berpikir mengenai tujuan sehingga dapat memberi keuntungan pada program riset, karena semakin sering meneliti, maka akan menjadi ahli di bidangnya,” katanya.
Dengan adanya visiting professor ini, diharapkan para dosen Unesa, khususnya dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dapat semakin expert dan unggul dalam bidangnya masing-masing, dan produktif melakukan riset bermutu serta melahirkan publikasi di jurnal bereputasi. [ipl/beq]






