Ringkasan Berita:
- Sepeda motor yang hilang saat Kirab Tutup Suro di Ponorogo dikembalikan pelaku dua hari kemudian di kawasan Pasar Somoroto.
- Pelaku meninggalkan secarik surat permintaan maaf berbahasa Jawa yang mengaku khilaf.
- Polisi memastikan kasus tetap diproses sebagai tindak pidana pencurian meski kendaraan telah kembali.
- Korban merupakan remaja berusia 13 tahun yang memarkir motor di luar area penitipan resmi.
Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus pencurian sepeda motor saat Kirab Tutup Suro di kawasan Monumen Bantarangin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, berakhir dengan cara yang tak biasa. Setelah rekaman video terduga pelaku membawa kabur sepeda motor viral di media sosial, kendaraan tersebut justru dikembalikan secara diam-diam bersama secarik surat permintaan maaf berbahasa Jawa.
Meski barang bukti telah kembali ke tangan kepolisian, Polsek Somoroto memastikan proses hukum tetap berjalan. Polisi menegaskan perkara tersebut merupakan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih dalam tahap penyelidikan.
Peristiwa bermula ketika putra Sutris, warga Desa Bandaralim, Kecamatan Badegan, datang untuk menyaksikan Kirab Tutup Suro dengan mengendarai Yamaha Jupiter Z. Remaja berusia 13 tahun itu memarkir sepeda motornya di sekitar lokasi acara.
Namun, kendaraan tersebut ternyata tidak dimasukkan ke area penitipan resmi, melainkan diparkir di belakang gudang selep. Kondisi itu diduga dimanfaatkan pelaku untuk membawa kabur motor tanpa diketahui pemiliknya.
Usai kirab selesai, korban kembali ke lokasi parkir dan mendapati sepeda motornya telah hilang. Setelah sempat mencari bantuan warga sekitar, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Somoroto Kompol Haryo Kusbintoro mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan kendaraan memang tidak berada di area parkir resmi.
“Sepeda motor Jupiter ini tidak dititipkan ke penitipan sepeda motor. Jadi ditaruh di belakang gudang selep. Korbannya masih berusia 13 tahun. Sehingga dikira sudah masuk area penitipan, padahal belum,” kata Kompol Haryo Kusbintoro, Senin (20/7/2026).
Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan terduga pelaku membawa kabur sepeda motor beredar luas di media sosial. Polisi masih mendalami apakah viralnya rekaman tersebut berkaitan langsung dengan keputusan pelaku mengembalikan kendaraan.
Dua hari setelah pencurian, sepeda motor ditemukan di kawasan Pasar Somoroto yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kehilangan. Bersama kendaraan itu, pelaku meninggalkan secarik tulisan berbahasa Jawa yang berisi permintaan maaf.
Isi pesan tersebut berbunyi:
“Tulung Balekno Motore Karo Sing Duwe, Minta Maaf Kalo Saya Khilaf.”
Kompol Haryo mengatakan surat tersebut kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Setelah 2 hari dari pelaku mengambil sepeda motor ini, dikembalikan di area Pasar Somoroto. Di situ juga ada tulisan ‘Tolong dikembalikan kepada pemiliknya, saya khilaf’. Itu masih akan kami pelajari lebih lanjut,” katanya.
Meski kendaraan telah ditemukan, penyelidikan tidak dihentikan. Polisi memastikan pelaku tetap diburu dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Pelaku masih dalam proses penyelidikan. Kasusnya sendiri murni curanmor, pencurian sepeda motor,” tegas Kompol Haryo.
Saat ini barang bukti diamankan di Polsek Somoroto sambil menunggu proses administrasi sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya. Polisi memastikan kondisi sepeda motor masih dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Kompol Haryo juga mengungkapkan fenomena pelaku mengembalikan kendaraan curian bukan kali pertama terjadi di wilayah hukumnya. Selama menjabat sebagai Kapolsek Somoroto, ia mencatat sudah tiga kasus serupa terjadi.
“Selama saya menjadi Kapolsek di sana sudah tiga kali kejadian seperti ini. Biasanya sekitar 2 sampai 3 hari dikembalikan. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran agar masyarakat memanfaatkan area parkir resmi dan pemasangan CCTV bisa semakin membantu mengungkap pelaku,” ungkapnya.
Sementara itu, Sutris mengaku putranya mengalami tekanan psikologis setelah mengetahui sepeda motor yang digunakannya hilang. Remaja tersebut bahkan sempat tidak mau makan maupun minum karena merasa bersalah, mengingat kendaraan itu menjadi sarana transportasi keluarga untuk aktivitas sehari-hari.
“Kelihatannya sedih banget. Disuruh makan tidak mau, disuruh minum juga tidak mau,” ungkap Sutris. [end/beq]






