Surabaya (beritajatim.com)- Banyak orang percaya bahwa makan kacang bisa menyebabkan jerawat. Karena anggapan ini, tidak sedikit yang memilih menghindari kacang agar kulit tetap terawat. Namun, benarkah kacang memang penyebab jerawat, atau hanya mitos saja?
Menurut penjelasan dari UM Surabaya, anggapan bahwa kacang langsung menyebabkan jerawat sebenarnya masih dianggap sebagai mitos. Sampai sekarang, belum ada bukti bahwa kacang adalah penyebab utama munculnya jerawat. Jadi, anda tidak perlu takut makan kacang sesekali.
Yang lebih sering menjadi masalah justru bukan kacangnya, melainkan cara pengolahannya dan jumlah yang dikonsumsi. Kacang yang digoreng dengan banyak minyak atau diberi tambahan gula dan tepung bisa membuat asupan kalori meningkat. Pola makan tinggi kalori dapat memicu hormon tertentu yang meningkatkan produksi minyak di kulit.
Selain itu, beberapa jenis kacang seperti kacang tanah dan kenari mengandung Omega 6 yang cukup tinggi. Nutrisi ini sebenarnya dibutuhkan tubuh, namun jika jumlahnya berlebihan dan tidak seimbang dengan Omega 3, tubuh bisa mengalami peradangan.
Peradangan tersebut dapat membuat kulit yang sensitif atau sudah berjerawat menjadi lebih merah, bengkak, dan meradang. Jadi, kacang bukan langsung menciptakan jerawat baru, tetapi bisa memperburuk kondisi kulit pada sebagian orang.
Bagi penggemar selai kacang, penting juga untuk memperhatikan kandungannya. Banyak produk selai kacang mengandung tambahan gula dan minyak sayur. Di lansir dari Medical News Today, gula tambahan dapat memicu lonjakan insulin yang membuat kelenjar minyak bekerja lebih aktif, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.
Dalam pengobatan tradisional, dikutip dari Gutcare, kacang juga sering dianggap sebagai makanan yang bersifat panas atau heaty. Jika dikonsumsi terlalu banyak, makanan seperti ini dipercaya dapat memicu masalah kulit pada orang yang tubuhnya sensitif.
Untuk itu, anda dapat memilih jenis kacang seperti almond atau kacang hazel yang kandungan Omega 6 nya lebih rendah. Cara pengolahannya juga sebaiknya lebih sehat, misalnya dipanggang tanpa minyak atau direndam terlebih dahulu agar lebih mudah dicerna. Jika dimakan dalam jumlah wajar, kacang tetap menjadi camilan sehat yang kaya protein dan vitamin. [Wakhdah Alisa Berliana]






