Kediri (beritajatim.com) – Kematian pesilat wanita YB (16) di kamar kos Kediri masih menjadi misteri. Kuat dugaan remaja putri asal Kandat, Kabupaten Kediri itu mengalami overdosis obat, karena mulutnya berbusa.
Hal ini diperkuat oleh temuan Polsek Pesantren saat melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Polisi mendapati obat batuk dan obat anti nyeri di kamar kos korban di Lingkungan Cowekan, Pesantren, Kota Kediri.
Kanit Reskrim Polsek Pesantren Iptu Dodik Wargo mengatakan, obat batuk dan obat anti nyeri yang ditemukan dari kamar kos korban diamankan sebagai barang bukti.
Tapi, Iptu Wago, belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena pengaruh obat-obatan tersebut. “Sampai saat ini kami masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri,” katanya, pada Selasa (20/2/2024).
Sebelumnya, korban ditemukan meninggal tak wajar di kamar kosnya di Lingkungan Cowekan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pukul 12.00 WIB. Remaja berusia 16 tahun itu ditemukan meninggal dengan mulut berbusa.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Panggih, pemilik indekos yang hendak bersih-bersih lingkungan kos. Saksi melihat pintu kamar korban tidak terkunci. Kemudian dia melihat korban tertidur terlentang dengan posisi kepala menghadap ke barat di atas kasur.
Mengetahui korban mengeluarkan busa dari dalam mulutnya, pemilik indekos segera memanggil Ketua RT setempat. Saat diperiksa bersama-sama, ternyata korban sudah tidak bernyawa. Mulutnya mengeluarkan busa dan posisinya tertidur terlentang di atas kasur menghadap ke barat.
Kasus kematian tak wajar YB kini ditangani oleh pihak kepolisian. Dugaan awal, pelajar putri itu meninggal dunia karena mengalami overdosis. Data yang dihimpun menyebutkan, korban berasal dari Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Korban merupakan pendekar salah satu perguruan silat di Kediri. [nm/suf]






