Surabaya (beritajatim.com) – Di pemakaman Kembang Kuning Surabaya ada patung Alfred Emile Rambaldo lahir 16 November 1879 dan meninggal pada 5 Agustus 1911 adalah perwira angkatan laut, meteorolog, dan penerbang pioner Belanda yang meninggal di Blora Jawa Tengah.
Setelah ditemukan tewas, jenazah Alfred Emile dimakamkan di pemakaman Kristen Kembang Kuning. Untuk mengenang jasanya sebagai ilmuwan meteorologi, pemerintah Hindia Belanda mendirikan patung pilot Alfred Emile yang melegenda hingga saat ini.
Alfred Emile, seorang pilot terkenal, memiliki sebuah patung yang konon memiliki kemampuan untuk berubah posisi dan ekspresi pada waktu-waktu tertentu. Bukan hanya itu, kedua matanya juga dikatakan bisa melirik orang yang lewat di depannya. Cerita ini menjadi pembicaraan di kalangan warga sekitar yang tertarik dengan misteri di balik patung tersebut.
Artikel ini memberikan informasi mengenai sejarah, lokasi, dan daya tarik Makam Kembang Kuning Surabaya sebagai destinasi wisata sejarah yang populer.
Sejarah Makam Kembang Kuning Surabaya:
Makam Kembang Kuning Surabaya telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Tempat pemakaman ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi banyak tokoh sejarah penting, pejuang kemerdekaan, dan tokoh masyarakat Surabaya. Makam ini juga menjadi saksi bisu dari peristiwa penting dalam sejarah Surabaya, seperti Pertempuran 10 November 1945. Seiring berjalannya waktu, Makam Kembang Kuning menjadi simbol yang kuat bagi keberanian dan semangat perjuangan warga Surabaya.
Lihat postingan ini di Instagram
Lokasi Makam Kembang Kuning Surabaya:
Makam Kembang Kuning terletak di Pakis Kecamatan Sawahan Kota Surabaya. Lokasinya strategis dan mudah diakses dari berbagai titik di kota Surabaya. Tempat pemakaman ini memiliki area yang luas dan terdiri dari berbagai kompleks makam yang berbeda, termasuk kompleks pemakaman umum dan kompleks pemakaman tokoh sejarah terkenal.
Kesimpulan:
Makam Kembang Kuning Surabaya adalah tempat pemakaman yang memiliki sejarah dan keunikan budaya sendiri. Sebagai tempat peristirahatan terakhir. (ted)






