Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC menghadapi masa sulit pasca dibantai 3 gol tanpa balas oleh tuan rumah Svay Rieng FC, pada babak semifinal AFC Challenge League 2024-2025 di Stadion Marodok Techno, Phnom Pen, Kamis (10/4/2025) lalu.
Pada laga leg pertama tersebut, Laskar Sape Kerrab harus mengakui tim jawara Liga Kamboja, berkat gol Breno Caetano (4′) dan Bounphachan Bounkong (6′), serta sebiji gol Ratanak Min pada mesa injury time (90′).
“Kami bertemu dengan sebuah tim besar. Kami tidak dapat melakukannya. Mereka tim yang sangat intensif dan menemukan dua gol yang cepat (pada interval pertama leg pertama),” kata Pelatih Madura United FC, Angel Alfredo Vera, Selasa (15/4/2025).
Misi berat harus mereka tuntaskan pada laga leg kedua babak semifinal AFC Challenge League, yang dijadwalkan digelar di Stadion Joko Samudro Gresik, Kamis (17/4/2025) mendatang. Terlebih mereka harus melebihi torehan gol yang dicetak lawan pada leg pertama.
Memang pada laga nanti, mereka akan bertindak sebagai tim tuan rumah. Hanya saja defisit 3 gol tentunya akan menjadi misi yang berat. “Tentu kami harus mencoba selama 90′ menit pada leg kedua,” ungkapnya.
“Setidaknya kami akan bekerja keras dan akan berupaya maksimal untuk mengupayakan hasil imbang (3 gol). Dengan keberadaan fans (suporter Madura Bersatu), kami berharap bisa melakukannya,” pungkasnya. [pin/beq]






