Surabaya (beritajatim.com) – Perkembangan infrastruktur yang tidak merata sepertinya tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara bagian Malaysia Timur juga terlihat lebih tertinggal karena kurangnya infrastruktur yang layak. Mulai dari minimnya akses internet di beberapa wilayah Sarawak, hingga minimnya jalan dan jembatan yang layak digunakan anak sekolah di Sabah.
Baru-baru ini, sebuah video yang beredar di media sosial platform Twitter dari pemilik akun @sitikasim menampilkan beberapa siswa dari Sekolah Kebangsaan Nangkawangan di Nabawan, Sabah, yang harus menyeberangi sungai melalui sistem katrol yang terdiri dari tali dan ember hanya untuk pergi ke sekolah.
Dilansir dari World of Buzz, total 27 siswa mempertaruhkan hidup mereka setiap hari menyeberangi sungai menggunakan ‘zipline’ dan ‘flying fox’ untuk pergi ke sekolah.
Mereka rupanya menunggu dana untuk membangun jembatan yang dijanjikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Anggota DPR Datuk Arthur Joseph Kurup terrealisasi.
Mengetahui hal tersebut, warganet pun kaget dan video tersebut jadi beredar luas di media sosial. Warganet terkejut bahwa hingga hari ini, kondisi di Sabah belum membaik dan kurangnya infrastruktur menyebabkan hal ini.
SK Nangkawangan, School in Nabawan, Sabah – In this day and age, we still have kids going to school like this. pic.twitter.com/ue0Hjar8MM
— Siti Kasim (@sitikasim) April 27, 2022
Siti Kasim yang merupakan seorang pengacara membagikan video tersebut dan berkata, “Di zaman sekarang ini, kami masih memiliki anak-anak yang pergi ke sekolah seperti ini.”
“Dari masa Mahathir hingga 2022 dan bahkan di masa Ismail Sabri, kami masih jauh tertinggal. Seolah-olah kita masih di zaman invasi Jepang,” komentar seorang warganet.
Sementara itu, beberapa pengguna mencontohkan bahwa daerah itu berada di bawah daerah pemilihan Pensiangan, yang ironisnya daerah pemilihan itu dipegang oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Datuk Arthur Joseph Kurup.
Beberapa pengguna bahkan menandai akun Twitternya dalam upaya untuk mendapatkan perhatiannya.
“Apakah kamu tidak melihat?” tanya warganet menggugat Wakil Menteri Pekerjaan Umum Datuk Arthur Joseph Kurup.
“Bukankah ini daerah pemilihan Anda… dan ironisnya Anda adalah Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Fasilitas Umum,” kata seorang lainnya.
“Kami berharap jembatan yang dijanjikan Arthur segera dibangun untuk memastikan keselamatan anak-anak sekolah,” desak warganet Malaysia. (adg/beq)






