Magetan (beritajatim.com) – Kelangkaan minyak goreng merek Minyakita di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, semakin dirasakan menjelang bulan Ramadan.
Para pedagang dan masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng bersubsidi tersebut dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, beberapa pedagang terpaksa mencari stok hingga ke Kabupaten Ponorogo dengan harga yang lebih tinggi dan ketersediaan yang terbatas.
Sundri (55), seorang pedagang di Pasar Lembeyan, mengaku mengalami kesulitan mendapatkan Minyakita dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini semakin memburuk menjelang Ramadan, dan ia sendiri tidak mengetahui penyebab pasti dari kelangkaan ini.
“Minyakita benar-benar sulit didapat. Anak saya sampai harus mencari ke Ponorogo, tapi tetap hanya mendapatkan sedikit. Satu karton pun hanya diberikan setengah,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Ia juga merasa khawatir harga bahan pokok lainnya akan semakin melonjak menjelang Lebaran, sebagaimana yang sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
“Selain minyak goreng, harga gula pasir, bawang putih, telur, dan bumbu dapur lainnya naik drastis. Sekarang semuanya jadi mahal,” tambahnya dengan nada khawatir.
Sundri berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap stabil menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Magetan telah mengadakan operasi pasar murah di Lapangan Desa Lembeyan Wetan. Namun, jumlah minyak goreng yang dijual terbatas dan hanya dapat dibeli oleh warga yang memiliki kupon. Kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat tetap mengalami kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
“Saya tadi beli minyak goreng pakai kupon. Kebutuhan lain masih ada stok di rumah, jadi tidak beli. Minyak goreng memang paling sulit dicari sekarang,” ungkap Endang Triwahyuni, salah satu warga yang ikut antre dalam operasi pasar tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa harga Minyakita di pasaran kini telah mencapai Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter. Tak hanya minyak goreng, harga telur, daging ayam, dan bumbu dapur lainnya juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
“Bagi ibu rumah tangga seperti saya, ini sangat berat. Uang belanja Rp100 ribu sekarang hanya cukup untuk membeli tiga macam barang,” keluhnya.
Baik pedagang maupun masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar harga bahan pokok tidak semakin melonjak.
“Kalau harga naik, setidaknya jangan terlalu tinggi. Minyak goreng murah juga harus segera disediakan di pasar agar kami bisa menjalani puasa dengan lebih tenang,” harap Sundri.
Kelangkaan minyak goreng menjelang Ramadan memang bukan hal baru, tetapi warga Magetan berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi sebelum dampaknya semakin meluas. [fiq/ted]






