Ponorogo (beritajatim.com) – Program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto terus bergulir di berbagai daerah. Hingga sebelum bulan puasa nanti, total 11.540 unit becak listrik ditargetkan sudah tersalurkan ke sejumlah kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah tersebut menjadi tahap awal dari program besar pemberdayaan tukang becak lanjut usia.
Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN), Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa distribusi tidak hanya berhenti di satu wilayah. Target sebelum masuk bulan puasa, ada tujuh kota lagi yang akan disalurkan becak listrik untuk para lansia yang masih menggeluti becak pancal.
“Hingga saat ini ada tujuh kota lagi yang dibagikan becak listrik. Total ada 11.540 unit dan paling banyak di Jawa Timur,” kata Nanik, Selasa (10/2/2026).
Ia menegaskan, penyaluran dilakukan secara bertahap dan difokuskan pada daerah dengan kebutuhan tinggi. Nanik menekankan bahwa angka 11.540 unit tersebut merupakan komitmen yang dikejar sebelum Ramadan. Presiden ingin para penarik becak, khususnya lansia, sudah bisa merasakan manfaat bantuan itu saat memasuki bulan puasa.
Program ini diprioritaskan bagi mereka yang selama ini masih mengayuh becak ontel di usia senja. Tak berhenti di situ, Nanik mengklaim bahwa Presiden Prabowo juga telah memesan tambahan 70 ribu unit becak listrik untuk tahap berikutnya. “Becak listrik belum selesai, Presiden memesan lagi 70 ribu becak listrik. Habis Lebaran kita berikan,” tegas Nanik.
Tambahan tersebut diproyeksikan memperluas jangkauan bantuan ke lebih banyak daerah di Indonesia. Nanik menjelaskan, kebijakan ini dilandasi pertimbangan kemanusiaan sekaligus keberlanjutan ekonomi penerima manfaat. Presiden tidak ingin para lansia tetap menggantungkan hidup dengan mengayuh becak manual, terlebih di daerah dengan medan berat.
“Presiden tidak ingin para lansia ini mencari nafkah dengan becak ontel. Apalagi daerah Pacitan, Trenggalek, Ponorogo kan daerahnya berat sekali, pegunungan,” katanya.
Dengan skema bertahap, daerah seperti Ponorogo juga akan menerima tambahan unit di luar 200 becak listrik yang telah disalurkan. Sebab, data di Ponorogo tercatat ada 530 orang yang berprofesi sebagai tukang becak. “Kalau di Ponorogo ada 530 tukang becak, kita secara bertahap diberikan semua,” tambahnya.
Program ini disebut sebagai bentuk keberpihakan pada sektor informal, terutama tukang becak lanjut usia yang tetap ingin produktif. Yayasan GSN memastikan bantuan berupa alat kerja dinilai lebih efektif dibandingkan uang tunai, sehingga penerima tetap memiliki sarana usaha yang berkelanjutan. (end/kun)






