Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 700 karya seni terbaik dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang (UM) dipamerkan dalam acara Mini Exhibition Lustrum Posko Visual (POVI) bertajuk Serenity Peacefulness. Pameran ini semakin istimewa dengan kolaborasi bersama Difabel Creative Community, yang menampilkan 16 karya seni dari penyandang disabilitas.
Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat UM dalam mendorong inklusi sosial melalui seni. Ketua pelaksana POVI, Muhammad Alfan Najami, menekankan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial, sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-10.
“Dengan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengekspresikan bakat mereka, kita mendukung pencapaian SDGs dan menciptakan lingkungan yang lebih setara,” jelas Alfan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/9/2024).
Dalam pameran tersebut, karya mahasiswa dan difabel dipamerkan secara setara, menggarisbawahi komitmen UM untuk menciptakan kesempatan yang inklusif bagi semua kalangan tanpa memandang kemampuan fisik.
“Kami percaya, seni adalah medium yang kuat untuk menghapus stigma dan ketimpangan yang sering dihadapi oleh kelompok marginal, termasuk difabel,” kata Alfan.
Mini Exhibition Lustrum POVI adalah bagian dari program wajib mahasiswa DKV, yang diiringi dengan berbagai kegiatan seperti Posko Keliling (POSLING) dan Posko Spontan (POSTAN). Ada juga kegiatan bernama Posko Melodi, yang akan mempromosikan acara utama pada bulan Oktober mendatang.
Acara ini berlangsung dari 24 hingga 26 September dan akan ditutup dengan workshop kolaborasi bersama Jakarta Doodle Fest.
“Walaupun bertajuk Mini Exhibition, kami berharap acara ini dapat memberikan dampak besar, tidak hanya di dunia seni, tetapi juga dalam upaya membangun kesetaraan di masyarakat,” tutup Alfan. [dan/beq]






