Surabaya (beritajatim.com) – Ajang MilkLife Soccer Challenge Series 1 Surabaya 2024 yang baru saja usai di Lapangan Bogowonto, Surabaya, pada Senin (6/5/2024) telah melahirkan bibit-bibit pesepak bola putri potensial di Kota Pahlawan. Hal ini diungkapkan oleh Timo Scheunemann, Pelatih MilkLife Soccer Challenge, yang mengaku optimistis dengan masa depan sepak bola putri di Indonesia.
“Sejak hari pertama saya memantau dan saya mengakui bahwa di Surabaya memang banyak bibit-bibit pesepak bola putri potensial dan hal tersebut terbukti di turnamen ini,” ujar Scheunemann, pelatih berlisensi UEFA A tersebut.
Scheunemann melihat para pemain muda ini menunjukkan teknik yang telah mereka pelajari selama turnamen berlangsung. Meskipun skill mereka masih bervariasi, antusiasme dan kecintaan mereka terhadap sepak bola merupakan hal yang terpenting.
“Dengan tumbuhnya kecintaan ini, saya berharap agar kita bisa bersama-sama mewujudkan kejayaan sepak bola putri Tanah Air,” ungkap Scheunemann.
Turnamen ini melahirkan dua juara dari kategori usia (KU) berbeda. Di KU 12, SDN Ketabang I keluar sebagai juara setelah mengalahkan SDN Mojo III dengan skor 9-0.
Pada pertandingan final KU 12, Maulidya Bonita Saputri tampil gemilang dengan mencetak empat gol dan beberapa tendangan keras yang mengarah ke gawang. Ia mengaku senang dengan kemenangan timnya dan berharap bisa mengulanginya di seri berikutnya.
“Senang banget sekolah saya bisa menang. Saya nendangnya kencang karena memang sering latihan mulai dari passing, dribbling, shooting. Semoga di series 2 nanti, tim kami jadi juara lagi,” ucap Bonita yang mengidolakan pemain timnas Indonesia, Pratama Arhan.
Di KU 10, SDN Ngagel Rejo I berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan SDN Manukan Kulon II. Annisa Nur Aini Putri Aryan, salah satu pemain SDN Ngagel Rejo I, mengungkapkan rasa bangganya atas kemenangan timnya.
“Saya sangat senang dan bangga bisa mencetak banyak gol di turnamen ini, serta membawa kemenangan untuk sekolah. Walaupun di pertandingan final tadi lawannya cukup sulit dikalahkan, beruntung tim kami bermain kompak. Apalagi ditambah dukungan dari orangtua, guru, dan pelatih yang bikin kita semangat di lapangan,” ungkap Annisa.
Setelah sukses di Kudus dan Surabaya, MilkLife Soccer Challenge akan terus berlanjut di kota-kota lain di Indonesia. Pada bulan Mei, turnamen ini akan digelar di Jakarta dan Tangerang. Di bulan Juni, Kudus dan Bandung akan menjadi tuan rumah. Juli di Yogyakarta dan Solo, Agustus di Semarang, September di Surabaya dan Kudus, Oktober di Bandung, Yogyakarta, dan Solo, November di Jakarta, Tangerang, dan Semarang, dan Desember di Kudus. [way/beq]






