Ringkasan Berita:
- Migunani Foundation lahir dari inisiatif pemuda Magetan
- Menjangkau lebih dari 400 penerima manfaat langsung
- Didukung lebih dari 600 relawan di berbagai daerah
- Fokus pada isu kesehatan mental, anak, perempuan, dan gizi
Magetan (beritajatim.com) – Yayasan Migunani Marang Sesami atau Migunani Foundation menunjukkan kiprah pemuda daerah dalam mendorong perubahan sosial yang berdampak luas. Berbasis di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, lembaga ini digagas oleh putra-putri daerah dan berkembang menjadi gerakan sosial dengan jangkauan nasional.
Sejak berdiri, Migunani Foundation telah menjangkau lebih dari 400 penerima manfaat langsung. Program-programnya juga didukung lebih dari 600 relawan yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Madiun Raya, Surabaya, Yogyakarta, Jabodetabek, Malang, hingga Solo.
Organisasi ini menaungi tiga komunitas utama dengan fokus berbeda. Komunitas Gandeng ODGJ bergerak dalam upaya mengurangi stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sekaligus memberikan pendampingan bagi penyintas pascarawat.
Sementara itu, Teman Cita berfokus pada perlindungan anak dan perempuan serta mendorong inklusivitas pendidikan melalui pendampingan langsung di lapangan.
Adapun Gizi Jiwa mengusung pendekatan berbasis ilmiah dengan mengintegrasikan edukasi nutrisi, ketahanan pangan, dan kesehatan mental. Komunitas ini digerakkan oleh mahasiswa serta tenaga medis muda guna menyediakan informasi kesehatan yang kredibel dan mudah diakses masyarakat.
Dalam menjalankan programnya, Migunani Foundation mengedepankan pendekatan biopsikososial, yaitu melihat kesehatan dari aspek biologis, psikologis, dan sosial secara terpadu. Pendekatan ini memungkinkan intervensi yang dilakukan tidak hanya menyasar gejala, tetapi juga akar permasalahan.
Pembina Yayasan Migunani Marang Sesami, Nurisha Kitana, menyatakan gerakan ini lahir dari keresahan anak muda daerah yang ingin terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan sosial.
“Gerakan ini lahir dari keinginan untuk menjadi bagian dari solusi. Dukungan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kepemimpinan pemuda daerah memiliki potensi besar jika diberi ruang,” ujarnya.
Ke depan, Migunani Foundation membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari individu, komunitas, hingga pemerintah daerah, guna memperluas dampak program yang dijalankan. [fiq/beq]






