Sampang (beritajatim.com) – Terombang ambing di tengah laut selama tiga hari, kapal nelayan asal Kabupaten Lamongan terseret arus dan terdampar di pantai Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Sabtu (24/12/2022).
Kapal motor pencari ikan bernama Fajar Raya tersebut sebelumnya hendak pulang dari perairan pulau Bawean menuju Brondong, Lamongan. Di tengah perjalanan kapal dihantam ombak dan mengalami kebocoran. Tak hanya itu, mesin pendorong juga bermasalah.
Sehingga, kapal dengan 11 ABK tersebut hanya bisa bergerak mengikuti arus dan akhirnya terdampar di perairan Banyuates. “Alhamdulilah semua ABK selamat, dan kami bersyukur atas bantuan warga Madura,” kata salah satu ABK yang enggan disebutkan identitasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kapal”]
Ia berharap segera bisa kumpul dengan keluarga karena saat di tengah laut selama tiga hari hanya bisa pasrah dan sangat takut jika kapal sampai tenggelam. “Sekali lagi kami hanya bisa bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” tegasnya.
Terpisah, Taufik Ariadi Ketua tim Basarnas Sumenep menjelaskan, pihaknya menerima laporan adanya kapal yang kehilangan kendali sekira pukul 13.00 WIB dari Hilmi Sahbandar Telagabiru. Yakni ada perahu nelayan terdampar bersama ABK-nya di pantai Banyuates. Mereka perlu dievakuasi.
“ABK bersama nahkoda bisa dievakuasi dengan selamat oleh tim Basarnas dibantu oleh warga Banyuates dengan menggunakan perahu karet,” pungkasnya. [sar/suf]






