Lamongan (beritajatim.com) – Pada bulan Desember ini, gelombang tinggi dan pasangnya laut di perairan pantura Lamongan membuat sejumlah nelayan tak melaut dan banyak kapal yang terparkir di Pelabuhan Perikanan Ikan (PPI) di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Selain itu, dari faktor cuaca dan banyaknya nelayan yang tak melaut tersebut, berakibat pada hasil produksi ikan laut di daerah setempat mengalami penurunan.
“Ada penurunan bongkaran ikan, karena ada penurunan jumlah kapal nelayan yang melaut. Takut cuaca kurang bersahabat,” kata Ketua Rukun Nelayan (RN) Belimbing, Nur Wahid kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).
Meski hasil produksi tangkapan laut mengalami penurunan, Wahid mengaku, harga ikan laut tak mengalami kenaikan yang signifikan. “Sementara harganya standar,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pelelangan Ikan (UPT TPI) Brondong Lamongan, Bambang Tri. Ia membenarkan jika pasokan ikan laut di kawasan TPI setempat mengalami penurunan.
“Iya, semakin menurun, untuk pekan ketiga di Bulan Desember ini, produksi ikan lokal di TPI baru sekitar 2508 ton. Sedangkan untuk Desember tahun 2019 lalu sekitar 4984 ton, dan Desember 2020 sekitar 2788 ton,” beber Bambang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Lalu untuk harga ikan laut saat ini, Bambang berkata, jika harga ikan masih dalam kondisi standar. “Dari sekitar 2508 ton produksi ikan lokal tersebut, nilai produksinya berkisar Rp 43,5 miliar,” sambungnya.
Sebagai informasi, tangkapan ikan lokal di TPI Brondong untuk bulan ini didominasi oleh ikan jenis kapasan, kurisi, kuniran, biji nangka, dan swanggi. Selanjutnya ikan jaket, kerapu, ayam-ayam, kerong-kerong, peperek, alu-alu, pari macan, cumi-cumi, dan lain-lain. [riq/but]






