Lamongan (beritajatim.com) – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Lamongan menggelar Ramadhan Fashion Parade Tahun 2023 di Alun-alun setempat, Sabtu (25/3/2023). Acara ini digelar untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan di Lamongan.
Acara ini diikuti oleh 18 pelaku garmen dan desainer Lamongan. Terdapat beragam desain busana muslim, mulai dari laki-laki, perempuan, dewasa hingga anak-anak. Bahkan banyak aksesoris seperti tas yang dibawakan para model untuk dipamerkan di hadapan seluruh pengunjung.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang berkesempatan untuk membuka acara tersebut menyampaikan rasa bangganya. Dia menyebut, acara ini menegaskan bahwa Lamongan merupakan kabupaten yang memiliki banyak karya dan produk unggulan.
BACA JUGA:
Di Goa Maharani, Dekranasda Gelar Fashion Batik Lamongan Berbasis Budaya Lokal
“Senang sekali, bangga sekali saya bisa hadir di tengah-tengah para pengrajin, pengusaha fashion dan desainer yang hasil busananya dipamerkan. Tentu saja ini sangat mengangkat dan menunjukkan kepada dunia bahwa Lamongan memiliki produk unggulan yang tidak kalah dengan produk daerah lainnya, terutama tenun dan batik Lamongan,” katanya.
Oleh sebab itu, Bupati yang akrab disapa Pak YES itu berharap, melalui pagelaran semacam ini nantinya akan lebih mendorong UMKM, utamanya di bidang fashion, sehingga mampu naik kelas dan semakin dikenal masyarakat luas.
“Beberapa waktu lalu juga telah dipamerkan busana dengan motif batik dan tenun Lamongan yang diselenggarakan Dekranasda bersama Etnura di Sangri-La Surabaya. Setelah pagelaran itu, saya mendapat banyak pesan melalui Whatsapp, katanya, busananya bagus-bagus. Tentu, dengan sentuhan para desainer dari Etnura semakin meningkatkan nilai dari batik dan tenun Lamongan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Lamongan Anis Yuhronur Efendi mengaku bahwa pihaknya merasa berkewajiban untuk turut berkontribusi dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Lamongan. Salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian itu, Dekranasda mengangkat pelaku garmen dan desainer untuk turut serta dalam memeriahkan fashion parade.
“Kami berkewajiban dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Lamongan dan pada kesempatan ini sebanyak 18 pelaku garmen dan desainer Lamongan yang terdiri dari produk mukena, gamis, baju koko dan tas turut serta meramaikan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Anis merinci, dari 18 desainer tersebut terdapat beberapa yang lolos dalam program BI Jatim Wastra Nusantara pada Tahun 2022 dan berkesempatan mengikuti Moffest, yakni rangkaian acara yang memamerkan koleksi trend dan desain terkini dalam fashion muslim.
BACA JUGA:
Kenalkan Batik Lamongan, Bupati Yuhronur dan Istri Raih Penghargaan
“Produk Lamongan tak kalah dengan produk daerah lainnya, terbukti dengan banyaknya pengrajin maupun desainer yang produknya telah diakui masyarakat secara luas,” tuturnya.
Terakhir, Anis juga mengajak kepada semua pihak agar menjadikan hal tersebut sebagai langkah penting dan pijakan untuk mengembangkan kerajinan Lamongan. “Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Lamongan untuk mendukung program #AyoDitumbasi dan #AyoBeliProdukLamongan. Kampanye ini perlu terus digalakkan untuk menciptakan kesadaran, kecintaan dan kebanggaan hingga akhirnya menggunakan produk Lamongan. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamongan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan beritajatim.com, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemkab Lamongan. Usai menyaksikan fashion show, mereka mengunjungi stand-stand busana muslim, bazar makanan dan minuman.
Acara ini bakal berlangsung selama dua hari ke depan. Di penghujung acara, tepatnya pada Minggu (26/3/2023), disajikan sebanyak 1.000 takjil gratis untuk masyarakat. [riq/suf]






