Surabaya (beritajatim.com) – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan performa bagus di tahun 2023 dengan total produksi emas sebanyak 138.666 ounces. Tahun 2024 ini MDKA optimis bisa menambang emas di Tambang Emas Tujuh Bukit hingga 120 ribu ounces.
Produksi emas yang tinggi ini juga diikuti dengan harga jual $1,939/oz. Kenaikan ini dibandingkan dengan produksi di 2022 yang sebesar 125.133 ounces. Di tahun 2024, target produksi Tambang Emas Tujuh Bukit di rentang 100 – 120 ribu ounce, didorong oleh sentimen positif harga emas yang menembus USD 2.000/oz dan diprediksi terus meningkat.
Tambang Tembaga Wetar Catat Kinerja Positif, Diversifikasi Pendapatan
Produksi Tembaga sepanjang 2023 dari Tambang Tembaga Wetar mencapai 12.706 ton dengan total biaya tunai $3,74/lb dan rerata harga jual $8.578/t. PT BKP-BTR, pengelola tambang, mencatat pendapatan baru dari pengiriman bijih pirit ke Pabrik AIM (Acid Iron Metal) PT Merdeka Tsingsan Indonesia (MTI), anak perusahaan PT Merdeka Battery Materials, Tbk (MBMA) dengan total 30.000 ton bijih pirit. Target produksi Tambang Tembaga Wetar untuk 2024 direntang 14 -16 ribu ton.
Kinerja Sektor Nikel Melesat, Ekspansi Kapasitas Produksi
Produksi nikel full year MBMA mencapai 95.450 ton, terdiri dari 65.117 ton nikel dalam NPI (Nickel Pig Iron) dan 30.333 ton nikel dalam Nickel Matte. MBMA terus mengembangkan fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) di IMIP dan IKIP yang akan mulai beroperasi di akhir 2024, untuk kembali menambah kapasitas produksi. Tambang Nikel SCM yang beroperasi penuh di 2024 menargetkan produksi Saprolit 4 Juta ton dan Limonit 11 Juta ton.
Transformasi Menuju Proyek-Proyek Tambang Mineral Berumur Panjang
MDKA bertransformasi ke operasi proyek-proyek tambang mineral berumur panjang seperti PANI Gold Project, Project AIM, dan Tujuh Bukit Copper Project untuk memastikan kinerja yang baik dan menguntungkan di masa depan.
“Kinerja Merdeka di kuartal 4-2023 dan sepanjang 2023, mencerminkan kinerja produktif yang sangat baik. Beroperasinya proyek-proyek ditahun ini dan beberapa tahun kedepan akan mengukuhkan posisi grup Merdeka sebagai perusahaan tambang terkemuka di Indonesia. Selain kinerja operasional dan pengembangan proyek, Merdeka juga sangat mengedepankan komitmen dan kinerja ESG (Environmental, Social and Governance) yang baik dalam menjalankan usaha kami, terbukti dari naiknya peringkat MSCI ESG Rating Merdeka dari BBB ke A akhir tahun lalu. Kami terus berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, masyarakat serta lingkungan kami,” ujar Tom Malik, General Manager Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk.[rea/ted]






