Kediri (beritajatim.com) – Pemilik usaha parsel turut merasakan berkah Ramadan. Meski masih pandemi, mereka mulai dibanjiri pesanan.
Seperti dialami Dinar Anggry Andina, pengrajin parsel di Desa Jajar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Saat Ramadan tahun ini, jumlah pesanan yang dia terima naik sampai lima kali lipat dari tahun sebelumnya.
Dinar bercerita pada 2021 hanya 1.000 pesanan, namun saat ini puasa baru berjalan 3 hari pesanan yang ia terima sudah mencapai 700 paket parsel.
“Alhamdulillah, di bulan ramadan tahun ini lonjakannya hampir 5 kali lipat,” ujar Dinar, Kamis (7/4/2022)
Menurut Dinar, lonjakan pesanan yang dia terima juga dipengaruhi adanya pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat. Sehingga, banyak masyarakat dari luar Kabupaten Kediri bisa mudik untuk merayakan Hari Raya dan berbagi ke sanak saudara.

“Mungkin karena PPKM sudah dilonggarkan, dan masyarakat boleh mudik,” ucap Dinar.
Meski ada peningkatan harga paket dipengaruhi harga bahan yang tinggi pesanan parsel milik Dinar masih ramai. Dia mengatakan, harga paket parselnya bisa disesuaikan permintaan konsumen.
“Sekarang naik Rp5.000, biasanya isinya parselnya minyak goreng, gula, dan kue kacang dan biskuit, dulu kisaran harga Rp65 ribu sudah bisa dapat sekarang di kisaran harga Rp 70 ribu, tapi kalau juga tergantung permintaan,” tutur Dinar.
Pemilik Usaha Hikmah Mart Jajar itu mengungkapkan pesanan parsel tidak hanya dari sekitar Kediri. Pesanan parselnya tembus di luar daerah Kediri, seperti Malang dan Yogyakarta.
Dengan peningkatan pesanan itu, Dinar harus menambah jam produksi. Terutama untuk pembuatan kue kacang yang dilakukan sendiri.
“Alhamdulillah, karena pesanan banyak, kita buat kue kacang isi parsel dari pagi hingga malam hari, yang biasanya kalau hari biasa dan tahun sebelumnya hanya produksi 2 hari sekali,” ungkap Dinar. [nm/beq]






