Biak Numfor (beritajatim.com) – Dalam suasana penuh khidmat dan semangat nasionalisme, upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar secara istimewa di Pulau Mbromsi, Distrik Ainando Padaido, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (17/08). Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Masnembra SH, MM bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam kegiatan yang berlangsung di wilayah kepulauan terpencil tersebut.
Keunikan upacara tahun ini terletak pada proses pengibaran bendera Merah Putih yang dilakukan secara simultan dari dasar laut ke puncak tiang. Bendera terlebih dahulu diterima dari inspektur upacara diterima oleh pembawa baki selanjutnya diserahkan oleh Paskibraka kepada petugas penyelam di bawah laut. Pengibar bendera di bawah laut masing-masing dari Kowad AL, Wara AU dan Basarnas.
Setelah menerima bendera pusaka, ketiga pengibar bendera satu per satu loncat dari dermaga dengan ketinggian tiga meter. Pengibaran bendera Sang Merah Putih ini dilakukan di kedalaman 15 meter dari dasar laut.
Sebelumnya, pasukan pengibar bendera di dasar laut terdiri dari Pasukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Kepolisian, dan Basarnas yang sudah membentuk barisan. Selanjutnya, dengan koordinasi teratur, penarikan bendera dilakukan serentak dan perlahan dari bawah laut hingga mencapai puncak tiang bendera di daratan, tepat saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.
Proses pengibaran yang sangat simbolis dan sarat makna menjadi simbol kuat bahwa semangat perjuangan dan kebanggaan nasional tidak mengenal batas wilayah, dari daratan utama hingga ke pulau-pulau kecil di wilayah terluar Indonesia.
Pengibaran bendera di dasar laut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Daerah TNI Udara III (Pangkodau III), Marsda TNI Dr. Azhar Aditama D, S.Sos., M.M., M.Han., dengan Komandan Upacara (Danup) dijabat oleh Komandan Wing Udara 3 Puspenerbal Kol Laut (P) Ahman Novam Hajuruman.
Pulau Mbromsi dipilih sebagai lokasi pelaksanaan upacara untuk menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam memperhatikan wilayah-wilayah terpencil, serta memperkuat rasa kebangsaan dan kehadiran negara hingga ke pelosok Nusantara. Pelibatan seluruh unsur TNI, Polri, dan lembaga SAR juga menjadi wujud sinergi nasional dalam memperingati kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
Upacara ini bukan hanya seremoni, melainkan juga pesan kuat bahwa kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, di mana pun mereka berada, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, termasuk masyarakat kepulauan seperti yang ada di Distrik Ainando Padaido. Merah Putih yang berkibar dari dasar laut hingga puncak tiang menjadi simbol keteguhan, keberanian, dan harapan baru untuk Indonesia yang lebih inklusif, tangguh, dan merata dalam pembangunan.
Masyarakat Pulau Mbromsi dalam menyambut kemeriahan Hari Kemerdekaan (17/8/2025)menyambut tamu dengan melaksanakan pengerahan kapal motor sebanyak 80 buah dengan berputar-putar mengikuti KRI yang membawa Pangkodau III dan Bupati Biak Numfor serta anggota DPRD Biak Numfor. [fiq/aje]







