Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antar lembaga dalam menangani kasus kekerasan pada anak. Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat menerima kunjungan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (27/9/2024) kemarin.
“Kemitraan sangat penting dalam perlindungan anak secara umum, butuh perhatian bersama,” ujar Gus Ipul. Ia menekankan bahwa upaya perlindungan anak membutuhkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan LPAI yang memiliki peran penting dalam pencegahan dan pemulihan korban kekerasan anak.
Gus Ipul mengungkapkan bahwa kekerasan pada anak, terutama kekerasan seksual, merupakan fenomena gunung es. Masih banyak kasus yang tidak terlaporkan karena stigma negatif yang melekat pada korban. Pada tahun 2023, Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak telah menangani 2.304 kasus kekerasan seksual pada anak di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami menyadari bahwa tingginya kasus kekerasan pada anak merupakan masalah yang kompleks. Oleh karena itu, kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk LPAI, untuk memberikan penanganan yang lebih baik bagi anak-anak korban kekerasan,” lanjut Gus Ipul.
Kak Seto menyambut baik komitmen Kemensos dalam menangani kekerasan pada anak. Ia juga mengingatkan bahwa LPAI memiliki sejarah yang erat dengan Kemensos, karena terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Kemensos pada tahun 1997. Hingga kini, LPAI terus aktif dalam melakukan pencegahan dan pendampingan bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan.
“Kemensos memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan rehabilitasi sosial, dan kami siap mendukung setiap inisiatif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi hak-hak anak,” ungkap Kak Seto.
Kementerian Sosial juga terus melakukan pemantauan dan scanning media untuk mendeteksi kasus-kasus kekerasan anak serta memastikan bahwa setiap korban mendapatkan bantuan dan pendampingan yang mereka butuhkan. [ian]






