Malang (beritajatim.com) – Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang menggelar Seminar Ekonomi di Pendopo Pemkab Malang di Jalan Panji, Kepanjen, Minggu (22/1/2023) siang. Hadir sebagai pembicara utama, Menkeu Sri Mulyani.
Menkeu menyampaikan materi mengenai ancaman resesi di Indonesia. Seminar di moderatori Ketua KNPI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok. Hadir pada kesempatan itu, Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo dan Bupati Malang HM Sanusi.
Turut hadir Ketua PCNU kabupaten Malang, KH Hamim Kholili, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, Wabup Malang Didik Gatot Subroto dan Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM. Turut hadir, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang Fatkhurrozi.
Dalam paparannya, Sri Mulyani mengaku usai ditimpa Pandemi Covid-19, dunia ditimpa masalah lainnya. “Saat itu terjadi perang Ukraina. Kenapa perang Ukraina berpengaruh? karena Ukraina penghasil gandum terbesar,” kata Sri Mulyani.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ansor”]
Masalah lainnya adalah, Rusia yang berperang dengan Ukraina. “Rusia adalah negara penghasil minyak. Maka dari itu juga berpengaruh pada perekonomian kita di Indonesia,” ujarnya.
Menteri Keuangan itu juga melihat persoalan lain. Salah satunya, tentang wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. “Kami tanya kepada masyarakat kemarin, ekonomi juga terdampak oleh PMK,” terangnya.
Dengan fakta itu, turut mempengaruhi perekonomian. Padahal saat ini sedang melakukan pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19. “Maka dari itu distimulasi dengan APBN. Pemerintah atau negara bantu yang terdampak melalui berbagai bantuan sosial. Itulah yang terus kita usahakan agar ekonomi bertahan. Melalui PKH, dan bantuan lainnya,” tegas Sri Mulyani.
Pemulihan ekonomi Indonesia, lanjut Sri Mulyani, saat ini sudah merangkak naik. Karena berbagai negara di Dunia pertumbuhan ekonomi dalam keadaan kurang baik. Hal itulah yang akan menimbulkan potensi resesi. “Bapak Presiden menyebutkan potensi ekonomi gelap di 2023. Maka dari itu, Bapak Presiden berpesan agar pemulihan ekonomi yang baik di Indonesia dipertahankan agar jangan sampai gelap,” urainya.
Sri Mulyani juga berharap APBN harus tetap sehat. “Maka dari itu, kami bersama BI untuk menjinakkan inflasi melalui berbagai instrumen yang dimiliki APBN,” tuturnya.
Ia beralasan, negara lain di dunia boleh gelap, tapi tidak untuk di Indonesia. Sehingga, pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19, tetap merangkak naik. (yog/kun)






