Blitar (beritajatim.com) – Kabupaten Blitar bukan sekadar wilayah di Jawa Timur. Blitar merupakan jantung pertahanan protein bangsa yang menyuplai 30 persen telur nasional.
Menyadari beban berat menyuplai 30 persen kebutuhan telur nasional, Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Beky Herdihansah pun melakukan langkah diplomasi strategis dengan mendatangi markas raksasa pakan ternak, PT Charoen Pokphand Indonesia, di Krian, Sidoarjo.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Di balik jabat tangan formal, terdapat misi besar untuk memastikan keberlangsungan hidup 3.618 peternak di Blitar yang kini mengelola lebih dari 17 juta ekor ayam petelur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar, saya mengucapkan terima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia atas kontribusi dan dukungannya yang nyata terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden, khususnya di bidang peternakan,” kata Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah pada Selasa (13/01/2026).
Wabup Beky secara lugas mengapresiasi kontribusi PT Charoen Pokphand dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden. Namun, ia juga memberikan catatan krusial mengenai nadi industri peternakan ayam petelur yakni keterjangkauan harga pakan.
Dengan estimasi produksi telur mencapai 151 juta kilogram pada tahun 2025, kebutuhan pakan di Blitar melonjak drastis hingga menyentuh angka 700 sampai 800 ton per hari.
“Keterjangkauan pakan ternak adalah faktor kunci. Tanpa harga pakan yang stabil, kesejahteraan peternak dan stabilitas produksi nasional akan terancam. Kami ingin sinergi ini menjadi jaminan bagi para peternak kami di bawah,” tegas H. Beky Herdihansah.
Wabup Beky menekankan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Blitar dan sektor swasta seperti Charoen Pokphand adalah keharusan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Pemkab Blitar berkomitmen pasang badan untuk memfasilitasi kemajuan sektor peternakan agar tetap kompetitif.
Statistik menunjukkan betapa vitalnya peran Blitar. Jika rantai pasok pakan di wilayah ini terganggu, dampaknya akan terasa hingga ke meja makan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.
Kunjungan ini diharapkan mempererat kerja sama yang sudah terjalin, sekaligus memastikan bahwa perusahaan besar tetap memiliki kepekaan terhadap kondisi ekonomi peternak rakyat.
“Kami berharap kolaborasi ini semakin erat. Tujuannya satu yakni keberlanjutan usaha ternak, peningkatan kesejahteraan masyarakat Blitar, dan tentu saja, kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” pungkas pria yang akrab disapa Kaji Beky tersebut. [owi/aje]






