Surabaya (beritajatim.com) – Martin Odegaard dikenal dunia berkat kemunculannya di tahun 2015 dengan titel wonderkid asal Norwegia. Sebenarnya bukan hanya dia, masih ada beberapa pemain muda lagi yang dianggap potensial pada waktu yang hampir bersamaan, seperti Adnan Januzaj dan Hachim Mastour.
Namun, Odegaard sedikit lebih fenomenal karena dibeli oleh Madrid selaku jawara Eropa kala itu. Seiring berjalannya waktu, Odegaard gagal memenuhi ekspektasi dan lebih sering dipinjamkan dari satu klub ke klub yang lain. Hingga kini dirinya tidak lagi menjadi bagian skuad Real Madrid.
Alasan pertama adalah karena Odegaard gagal berkembang. Odegaard yang sudah cukup lama menjadi pemain Madrid namun, jarang dimainkan karena menghabiskan kariernya dalam status pinjaman. Pemain berkebangsaan Norwegia itu pada akhirnya benar-benar gagal berkarir di Real Madrid. Memang pada awal kedatangan, Odegaard masih sangat muda sehingga harus ditempatkan Madrid Castilla. Namun, karier Odegaard tidak hanya cukup ditempatkan di sana.
Dirasa masih kurang jam bermain, pihak Los Blancos pun coba meminjamkannya ke beberapa klub yaitu Heerenveen, Vitesse, Real Sociedad, hingga Arsenal. Padahal, Odegaard diharapkan dapat jadi playmaker andalan Madrid pada masa depan. Dilansir The Pure Football Podcast mantan pelatih Madrid, Santiago Solari, Odegaard gagal berkembang karena banyak yang dibebankan sehingga membuatnya tertekan sejak awal.
Apa yang sebenarnya terjadi bukan murni atas kehendak Madrid. Ini diungkapkan juga oleh ahli transfer Italia, Fabrizio Romano, sebenarnya Madrid ingin menjual Isco dan mempertahankan Odegaard. Namun, fakta yang ada, tidak ada satupun proposal masuk dari klub lain untuk menawarkan Isco. Sehingga, Madrid harus mengambil langkah menjual Odegaard. Padahal, Madrid ingin memberi kesempatan kepada Odegaard terlebih usianya saat ini masih 22 tahun.
Beruntung bagi Odegaard karena ada Arsenal yang masih membutuhkan jasanya untuk memperkuat lini tengah klub. Arsenal dan Real Madrid sepakat melakukan transfer pada 20 Agustus 2021 lalu dengan klausul pembayaran sebesar 35 juta euro. Dengan demikian, perjalanan karier Odegaard di klub ibukota Spanyol sudah berakhir.
Selain itu, Odegaard juga merasa senang berada di Arsenal, bahkan ia siap menjadi suksesor Mesut Ozil yang telah hengkang beberapa musim lalu. Meskipun pada kenyataannya Odegaard tidak suka dibanding-bandingkan. (dan/tur)






