Lumajang (beritajatim.com)– 47 kilometer arah selatan dari pusat Kota Lumajang tersembunyi surga dunia Niagara di Indonesia. Terletak di Desa wisata Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang wajib diketahui keberadaan Niagara-nya Indonesia atau masyarakat lokal kenal dengan Air Terjun Tumpak Sewu. Berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang membuat wisata air terjun ini memiliki dua pintu masuk dengan medan yang berbeda.
Nama Air Terjun Puncak memiliki makna air yang bertumpuk tumpuk, dengan maksud bahwa air terjun ini gabungan dari banyak air terjun setinggi 120 meter yang bersumber dari Gunung Semeru. Ketinggian air terjun yang ekstream membuat pemandangan di sana sangat mengagumkan. Ditemukan pertama kali oleh seorang ahli geologi Belanda bernama H. Spanink pada awal abad ke – 20 belum cukup memperkenalkan keindahannya pada dunia. Hingga pada tahun 1921 seorang fotografer bernama Emir Kuning berhasil memperkenalkan melalui hasil protret yang ia ambil.
Keindahan alam Air Terjun Tumpak Sewu mulai dikenal dan dikunjungi oleh banyak orang. Sebagai bentuk tindak lanjut pelestarian, pada tahun 2010 pemerintah setempat meluncurkan program konservasi. Dengan tujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar Air Terjun Tumpak Sewu.
Karena Air Terjun Tumpak Sewu berada di wilayah perbatasan, wisata ini memiliki dua pintu masuk. Pintu masuk utama berada di wilayah Lumajang dengan loket resmi dan ketersediaan track akses yang lebih aman dengan jalan setapak yang sudah tertata rapi. Pintu kedua berada di wilayah Malang dengan track akses yang lumayan terjal terdiri dari ratusan anak tangga vertikal yang curam.
Aksesibilitas pengunjung di Tumpak Sewu hanya dapat mengakses jalan beraspal sampai di tempat parkir baik roda 2 ataupun roda 4. Jarak antara tempat parkir menuju ke view point Tumpak Sewu perlu menempuh sejauh + 400 meter. Namun, jarak itu akan terbayarkan oleh view menakjubkan dari atas ataupun dari bawah air terjun.
Dua pilihan view Tumpak Sewu memiliki keunikannya tersendiri. View air terjun dari atas perlu waktu akses sejauh 10 menit dengan imbalan pemandangan kemegahan air terjun Tumpak Sewu dan bila beruntung bisa melihat keagungan Gunung Semeru di balik dinding raksasa air terjun. Sedangkan view air terjun dari bawah perlu menempuh tangga-tangga bambu hingga dasar jurang dan melewati Sungai Glidih untuk melihat kemegahan air terjun dengan deburan buih air. Jika cuaca cerah, besar kemungkinan terlihat rintikan air yang membiaskan cahaya menjadi pelangi dibawah air terjun.
Cukup mengeluarkan uang liburan sebesar Rp 10.000 untuk tiket masuk dan Rp 5.000 untuk parkir kendaraan bermotor Rp 10.000 untuk parkir kendaraan roda 4, pengunjung dapat menikmati keindahan dan fasilitas yang tersedia. Fasilitas air terjun Tumpak Sewu yang tersedia, diantaranya parkir, toilet, pusat informasi, layanan kesehatan, rest area, mushola, rumah makan, pusat perbelanjaan, homestay, ojek wisata, jaringan handphone, tempat sampah, dan petunjuk arah.
Air Terjun Tumpak Sewu buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dengan catatan tidak adanya insiden alam seperti banjir dan tanah longsor. Sejauh mata memandang, pengunjung yang sering berdatangan adalah warga asing yang sedang berkunjung. Tetapi warga lokal juga turut memadati tempat wisata ini.






