Surabaya (beritajatim.com) – Zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu menyisihkan sebagian hartanya kepada mereka yang berhak menerimanya.
Dalam islam zakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal, yang masing-masing memiliki tujuan dan ketentuan tersendiri.
1. Zakat Fitrah
Adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Yang bertujuan untuk menyucikan jiwa setelah menjalani ibadah puasa Ramadan dan membantu kaum dhuafa.
Ketentuan :
– Wajib bagi setiap muslim yang memiliki kelebihan makanan poko pada malam Idulfitri
– Besarnya zakat fitrah setara dengan 1 sha’ atau sekitar 2,5-3 kg makanan pokok contoh beras atau gandum
– Harus dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idulfitri agar dianggap sah.
2. Zakat Mal
Adalah zakat yang dikenakan pada harta yang dimiliki seseorang yang telah mencapai nisab. Adapun jenis-jenis zakat mal yaitu sebagai berikut :
– Zakat Emas dan Perak : dikeluarkan jika sudah mencapai nisab setara dengan 85 gram emas atau 595 gram perak dengan kadar zakat 2,5%.
– Zakat Penghasilan (Profesi) : diambil dari pendapatan bersih seseorang kadar 2,5%.
– Zakat Perdagangan : dikenakan pada aset usaha yang telah mencapai nisab dan haul dengan kadar 2,5%.
– Zakat Pertenakan : berlaku bagi pemilik hewan ternak yang telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan syariat.
– Zakat Investasi : berlaku untuk hasil investasi yang menghasilkan keuntungan dengan nisab dan kadar tertentu.
Zakat fitrah dan zakat mal memiliki peran penting dalam Islam untuk membantu masyarakat yang kurang mampu serta menjaga keseimbangan ekonomi. Zakat fitrah berfokus pada penyucian jiwa dan solidaritas sosial saat Idulfitri, sedangkan zakat mal lebih kepada distribusi kekayaan untuk pemerataan ekonomi.
Dengan memahami perbedaan dan ketentuannya, setiap Muslim dapat menunaikan zakat dengan benar sesuai syariat Islam. [aje]






