Lamongan (beritajatim.com) – Pasangan Cabup-Cawabup Lamongan nomor urut 2, Yuhronur Efendi-Dirham Akbar Aksara (Yes-Dirham) memilih batik sebagai atribut resmi dalam kontestasi Pilkada Lamongan 2024. Termasuk saat debat publik perdana beberapa hari lalu.
Sosok Yuhronur memang diketahui gemar mengenakan kemeja batik di berbagai kesempatan. Bahkan saat pertama kali mencalonkan diri sebagai Bupati Lamongan pada Pilkada 2020 lalu, pria yang akrab disapa Pak Yes itu juga menjadikan batik sebagai atribut resmi.
Saat itu, motif batik yang dipilih adalah Singo Mengkok. Motif ini diadaptasi dari relief atau ukiran yang ada pada gamelan peninggalan Sunan Drajat serta pada bangunan bersejarah di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran.
“Batik yang lalu (Pilkada 2020) adalah batik dari Sendang. Kalau sekarang ini batik yang saya pakai, sepesial desain mas Umbar Basuki dari Sugio,” kata Yuhronur, Senin (28/10/2024).
Yuhronur mengaku sengaja memilih batik sebagai atribut resmi dalam kontestasi Pilkada, karena ingin terus mempromosikan kekayaan budaya lokal Lamongan, khususnya batik.
“Ini semua dalam rangka untuk terus mengenalkan potensi lokal Lamongan sendiri, yang memang sebenarnya punya kelas ketika dipromosikan. Insya Allah dengan kita membuat trendsetter itu, Insya Allah akan membuat UMKM Lamongan terangkat, khususnya batik,” tuturnya.
Sementara sang desainer, Umbar Basuki, menjelaskan bahwa motif yang ada pada batik yang dikenakan Yes-Dirham merupakan perpaduan dari motif gapura paduraksa, bandeng lele dan motif tmbahan lainnya.
“Ada motif gapura paduraksa, tapi yang saya ambil bagian sayapnya aja. Terus bandeng lele, kemudian ada juga motif tambahan sejenis tumbuhan yang di daerah Lamongan selatan, kan banyak tanaman liar di hutan jati, jadi kita kombinasikan,” kata Umbar Basuki, saat dikonfirmasi.
Melalui perpaduan motif yang dituangkan dalam batik Yes-Dirham, Umbar Basuki ingin menyampaikan komitmen besar yang diusung Yes-Dirham untuk mengangkat nilai budaya dan potensi yang dimiliki Kabupaten Lamongan.
“Dan motif yang saya buatkan ke pak Yuhronur itu, kalau dicermati itu membentuk huruf Y, yang merupakan inisial dari nama pak Yuhronur. Terus untuk warnanya sendiri, warna yang mewakili partai yang mendukung,” tuturnya.
Umbar Basuki mengaku desain motif batik yang dibuat khusus untuk Yes-Dirham, merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap peran besar Yuhronur dalam membantu para pelaku UMKM, termasuk batik, selama periode pertama kepemimpinannya.
“Saya dan teman-teman UMKM lainnya sangat merasakan manfaat dari program-program pak Yuhronur, seperti Megilan Preneur dan program lainnya yang memfasilitasi para pelaku UMKM yang sedang merintis usahanya. Sehingga bisa berkembang sampai seperti sekarang,” ujarnya.
Batik Lamongan memang terus mengalami perkembangan. Hal itu dapat dilihat dari perajin batik yang dulunya hanya terpusat di wilayah utara Lamongan, khususnya Kecamatan Paciran dengan Batik Sendang, kini di wilayah Lamongan selatan juga telah bermunculan.
Bahkan jika merujuk informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, potensi penjualan batik di tahun 2024 ini mendekati 20 miliar rupiah. (fak/kun)






